Follow by Email

Rabu, 08 Februari 2012

Krismon Menghadang, Network Marketing Menerjang

Krismon Menghadang, Network Marketing Menerjang
Jika Anda adalah pelaku bisnis network-marketing, ada berita baik buat Anda, tapi ada juga berita buruk. Tapi berita terbaik adalah : kedua-duanya berita yang akan saya sampaikan adalah berita baik untuk Anda. Bingung?? Jika pernyataan di atas rada-rada membingungkan Anda, teruskanlah membaca artikel ini.
Pada saat perekonomian sebuah negara sedang maju dan berkembang, orang-orang cenderung tidak berpikir untuk mencari sumber income tambahan. Buat apa?? Kerjaan ada, gaji yang relatif tinggi diterima setiap bulan, sehingga orang-orang akan cenderung berperilaku konsumtif.
Akan tetapi, pada saat perekonomian sebuah negara memburuk, orang-orang akan cenderung mencari income tambahan melalui karir-alternatif. Caranya bisa dengan mencari sumber income tambahan di luar gaji dari kantor.

Di Indonesia, kita telah mengalami Krisis Moneter sejak tahun 1997, dan sampai sekarang perekonomian negara kita belum sebelumnya pulih. Perekonomian dunia secara global-pun saat ini sedang dibayang-bayangin oleh ancaman resesi dunia akibat situasi perekonomian Amerika Serikat dan Jepang yang masih berada dibawah ancaman resesi.
Secara global, orang-orang mulai khawatir mengenai kemungkinan memburuknya perekonomian dunia. Kita di Indonesia juga khawatir karena jika perekonomian dunia memburuk, maka pemulihan perekonomian nasional akan kembali tersendat-sendat.
Adanya kekhawatiran tersebut mengakibatkan orang-orang mulai mengencangkan ikat pinggang dan mencoba mencari cara-cara untuk melakukan penghematan. Jika memungkinkan, orang-orang juga akan mencari income tambahan untuk berjaga-jaga jika memburuknya perekonomian nasional sampai menimbulkan dampak yang tidak diinginkan seperti pemutusan hubungan kerja (PHK).
Nah, saat-saat inilah orang-orang akan sibuk mencari sumber income alternatif. Dalam usaha mencari income alternatif dan income tambahan tersebut, orang-orang tersebut akan sadar bahwa industri network marketing merupakan pilihan income alternatif terbaik.
Kembali ke awal artikel di atas, saya mengatakan : “Jika Anda adalah pelaku bisnis network-marketing, ada berita baik buat Anda, tapi ada juga berita buruk. Tapi berita terbaik adalah : kedua-duanya adalah berita baik untuk Anda.” Maksud saya adalah, bersiap-siaplah untuk menghadapi perkembangan industri network marketing yang tidak terbendung di tengah ketidak pastian perekonomian nasional dan global.
Jika Anda belum terlibat dengan industri network marketing, segeralah pelajari potensi-potensi yang ditawarkan oleh industri network marketing ini. Network marketing dapat memberikan income alternatif, residual income, dan bahkan karir alternatif yang memberikan potensi income yang sangat tinggi.
Saya yakin Anda akan menyadari bahwa industri network marketing adalah industri yang benar-benar “Anti Krismon”!!!
--------------------


Network Marketing : Investasi Yang Dibutuhkan Setiap Keluarga
Untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup, seseorang sering melakukan investasi. Jika kita berbicara mengenai investasi, biasanya kita berbicara mengenai investasi berupa deposito, saham, obligasi, asuransi dan reksadana. Investasi-investasi yang baru saja disebutkan di atas biasanya memerlukan modal awal yang relatif cukup besar. Walaupun demikian, ada investasi yang tidak dijual oleh institusi keuangan, tidak memerlukan modal besar namum dapat memberikan hasil yang berlipat-lipat ganda. Investasi apakah itu???
Jika Anda menginginkan masa pensiun yang nyaman, atau bahkan ingin pensiun muda supaya dapat menikmati hidup secara nyaman sebelum mencapai usia senja, maka investasi yang akan saya paparkan ini wajib Anda pertimbangkan secara serius.
Jika Anda ingin supaya anak-anak Anda dapat mengecap pendidikan yang tinggi, ataupun Anda ingin supaya dapat meluangkan lebih banyak waktu sehingga dapat melihat dan mendidik anak-anak Anda sendiri sewaktu mereka tumbuh menjadi besar, maka Anda wajib mempertimbangkan investasi ini.
Investasi yang saya maksud adalah investasi dalam sebuah bisnis network marketing yang dapat Anda jalankan di waktu luang Anda tanpa harus mengorbankan gaji dari kantor Anda. Anda bahkan dapat melakukan bisnis ini dari rumah di waktu senggang Anda.
Memiliki dan menjalankan bisnis network marketing dapat diibaratkan seperti memiliki bisnis waralaba pribadi (personal franchise). Sebagai seorang distributor bisnis network marketing, Anda memiliki hak untuk menjual serangkaian produk langsung kepada konsumen. Akan tetapi, bisnis network marketing jauh lebih baik dari bisnis waralaba karena Anda juga dapat mengajak teman Anda untuk bergabung dan menjalankan waralaba pribadi mereka sendiri. Hal ini dapat dilakukan berulang-ulang hingga organisasi waralaba pribadi Anda berkembang hingga masing-masing menjadi mandiri dan sukses.
Dengan mengembangkan organisasi bisnis network marketing dan waralaba pribadi, Anda secara perlahan-lahan menciptakan residual income, sejenis income yang akan Anda peroleh secara terus-menerus walaupun Anda memutuskan untuk berhenti menjalankan bisnis Anda.
Residual income tidak boleh dianggap remeh. Semakin besar organisasi network marketing Anda, maka semakin besar pula residual income yang akan Anda peroleh. Karena tidak ada batasan untuk Anda mengembangkan organisasi bisnis network marketing Anda, maka tidak ada juga batasan terhadap residual income yang bisa Anda peroleh (unlimited income).
Sejak tahun 1978, setiap 1 dari 5 orang milioner baru di Amerika Serikat menjadi milioner karena bisnis network marketing yang mereka jalankan.
Dapatkah Anda melihat potensi yang ditawarkan oleh bisnis network marketing ini? Menurut saya, hampir semua orang membutuhkan bisnis ini. Sebagian besar orang yang saya kenal akan sangat tertolong oleh income tambahan di luar gaji dari pekerjaan kantor.
Tahukah Anda bahwa taraf hidup sebagian besar orang akan akan merosot secara drastis, bahkan mungkin terpaksa menjual mobil dan rumah jika harus hidup selama 6 bulan tanpa pekerjaan???

Setiap keluarga memerlukan investasi di bisnis network marketing ini. Akan tetapi, masih banyak sekali orang yang tidak mengindahkan potensi yang ditawarkan oleh bisnis network marketing ini. Mengapa???
Mungkin banyak orang yang tidak yakin bahwa bisnis network marketing benar-benar dapat memberikan hasil yang diharapkan. Mungkin juga banyak orang yang tidak bersedia meluangkan sebagian kecil dari waktu mereka untuk mengembangkan bisnis network marketing mereka sendiri. Atau, mungkin mereka merasa bahwa bisnis network marketing adalah bisnis yang melawan hukum.

Kenyataan sebenarnya adalah :
  1. Telah banyak sekali orang-orang yang sukses dan mencapai kebebasan finansial melalui bisnis network marketing. (Baca saja artikel-artikel di koran ataupun majalah bisnis).
  2. Untuk mensukseskan bisnis network marketing, Anda hanya perlu meluangkan sebagian kecil dari waktu Anda. Kunci sukses bisnis network marketing adalah meluangkan waktu untuk belajar memberdayakan diri secara konsisten dan bermutu.
  3. Bisnis network marketing telah memperoleh pengakuan internasional, bahkan beberapa perusahaan network marketing telah berhasil mencatatkan saham (go public) di New York Stock Exchange dan juga bursa-bursa saham lainnya.
Jika Anda masih belum memutuskan untuk berkecimpung di dalam bisnis network marketing, saya menganjurkan supaya Anda mulai mempelajari potensi yang ditawarkan oleh bisnis ini. Mulailah menggunakan beberapa produk yang dijual melalui jalur distribusi network marketing. Berkomunikasilah dengan orang-orang yang telah sukses menjalankan bisnis network marketing (jangan bertanya pada orang dengan mentalitas “Ingin Cepat Kaya” yang berharap muluk-muluk dari network marketing tetapi gagal dan kemudian menjelek-jelekkan industri yang terhormat ini).
Jika Anda melakukan hal-hal tersebut di atas, saya yakin Anda akan menyadari bahwa bisnis network marketing adalah solusi yang paling masuk akal untuk mencapai kebebasan finansial yang Anda idam-idamkan.
---------------------------
Network Marketing : Bisnis yang Mulia
Seandainya pada hari ini kita melihat sebuah iklan terpampang di surat kabar, “Tersedia sebuah lowongan untuk jabatan CEO suatu perusahaan yang berkembang pesat.” Apa yang timbul dalam benak kita? Penghasilan yang besar, fasilitas kelas satu, pekerjaan yang mendatangkan gengsi yang tinggi. Tapi ada berapa orang yang memiliki kualifikasi untuk mengisi jabatan tersebut? Berapa besar biaya dan waktu yang telah dikeluarkan seseorang untuk dapat memenuhi tuntutan kriteria dari pemberi kerja tersebut?
Hanya sedikit sekali orang yang memiliki kemampuan untuk memenuhi persyaratan tersebut. Jadi apabila kita tidak memenuhi kualifikasi tersebut janganlah mengharapkan iming-iming dari fasilitas yang disediakan oleh perusahaan, karena sudah menjadi hukum alam, “tunjukan prestasi dulu, baru mendapatkan gaji dan tunjangan.”
Bagaimana dengan yang tidak memenuhi kualifikasi di atas? Apakah pintu sudah tertutup? Melalui bisnis network-marketing, terbuka dengan lebar peluang bagi orang-orang yang tidak memiliki modal dan skill untuk mendapatkan income yang tidak terbatas. Dan melalui bisnis jaringan pula banyak orang yang telah mencapai posisi puncak di bisnis konvensional beralih ke bisnis network-marketing karena bisnis ini telah menyelamatkan mereka dari sakit stress dan sakit jantung, mereka sepertinya telah menemukan hidup baru di bisnis ini. Karena itu dapat dikatakan bahwa bisnis jaringan adalah bisnis yang Mulia.
Tidak seperti bisnis waralaba yang sudah diterima oleh banyak kalangan, walaupun pernah dipermasalahkan pada tahun 1950an dimana Ray Kroc memutuskan untuk membeli hak bisnis waralaba restoran fast food bernama McDonald’s karena dianggap bisnis ini menyalahi hukum. Tapi saat ini McDonald’s telah memiliki lebih dari 20.000 outlet di seluruh dunia.
Industri pemasaran jaringan berawal pada tahun 1940an ketika Nutrilite Products, Inc., meluncurkan produk makanan suplemen dan, sepuluh tahun kemudian, Amway memperkenalkan penjualan produk-produk rumah tangga. Mengapa orang lebih dapat menerima konsep bisnis waralaba dibandingkan dengan bisnis network-marketing? Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut.
Pertama, banyak orang yang memiliki paradigma berpikir konvensional, sehingga tidak percaya bahwa ada cara yang sedemikian sederhana sehingga orang yang tidak punya modal dan skill dapat memiliki peluang untuk menghasilkan income yang tidak terbatas.
Kedua, orang banyak yang beranggapan bahwa bekerja itu harus memiliki kantor atau toko, sehingga konsep bisnis jaringan dimana pekerjaan dapat dilakukan dirumah dan tidak memerlukan kantor adalah pekerjaan yang rendah.
Ketiga, orang sering melihat banyak network-marketer yang tidak berhasil menjalankan bisnisnya. Hal ini dapat kita analogikan pula dengan banyak restoran ayam goreng yang mengalami kebangkrutan. Yang salah bukanlah industri restoran ayam gorengnya, tetapi pemiliknyalah yang tidak memiliki kemampuan untuk mengelola restoran tersebut.
Keempat, banyak perusahaan network-marketing yang tumbuh bagaikan jamur dan menghilang dalam hitungan bulan. Hal ini tidak dapat disangkal, karena setiap ada usaha yang bagus, maka orang akan latah mengikuti usaha tersebut, hal ini dapat dilihat pada saat masyarakat ramai-ramai ikut-ikutan berinvestasi bisnis kodok lembu, cacing, cabe dan sebagainya. Dan akhirnya hukum seleksi alamlah yang akan berlaku. Yang memiliki kemampuan yang akan bertahan.
Oleh karena itu, bagi yang tertarik untuk bergabung pada industri jaringan, disarankan untuk meneliti dulu dari segala aspek terhadap perusahaan yang akan dipilih tersebut. Bisnis ini akan mendatangkan manfaat yang amat besar kalau kita melakukan hal yang tepat dan benar pada awalnya. Jangan sampai sifat serakah yang berperan sehingga kita akan merugikan banyak orang pada nantinya.
-------------------------------

Apakah Anda Menderita Penyakit Korban Krismon???
Bagaimana Cara Menyembuhkannya???
Krisis Moneter telah menyerang Indonesia sejak tahun 1997. Setelah berlangsung hampir 5 tahun, sampai sekarang perekonomian nasional belum sepenuhnya pulih. Apakah Anda merupakan salah seorang yang menderita “Penyakit Korban Krismon”??? Apakah ada cara untuk menyembuhkannya???
Anda tentu sadar bahwa Krisis Moneter telah menimbulkan kesulitan untuk banyak orang. Berapa banyakkah teman Anda yang di-PHK akibat rontoknya perekonomian nasional? Berapa banyak korban PHK dari bank-bank yang likuidasi? Berapa banyak korban PHK dari pabrik-pabrik yang terpaksa tutup karena kerugian yang terus-menerus akibat Krisis Moneter?
Sampai sekarang perekonomian nasional masih belum sepenuhnya pulih. Masih banyak orang-orang yang masih khawatir akan kehilangan pekerjaan mereka dan di-PHK karena masih bergejolaknya perekonomian nasional. Jika sampai sekarang Anda masih memiliki pekerjaan, Anda patut bersyukur karena masih banyak korban-korban PHK sejak lima tahun lalu yang masih belum memperoleh pekerjaan. Belum lagi banyaknya lulusan-lulusan baru dari perguruan tinggi yang masih kesulitan memperoleh pekerjaan.
Jika sekarang Anda masih memiliki pekerjaan dan menerima gaji setiap bulan, saya yakin masih ada rasa khawatir kalau-kalau perekonomian nasional yang masih rapuh kembali memburuk hingga mengakibatkan Anda di-PHK. Sebenarnya Anda tidak perlu merasa khawatir. Anda tidak perlu bergantung kepada pekerjaan Anda untuk memperoleh penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup Anda. Ada sumber income alternatif yang dapat menghasilkan pendapatan sebesar gaji Anda, bahkan memberikan penghasilan tidak terbatas (unlimited income). Walaupun Anda masih bekerja dan memperoleh gaji bulanan dari pekerjaan Anda, sesekali Anda tentu pernah berpikir untuk memiliki bisnis sendiri yang dapat menghasilkan duit yang banyak hingga Anda dapat mencapai kebebasan finansial.
Bisnis yang dapat Anda tekuni tanpa mengganggu pekerjaan Anda tetapi dapat memberikan hasil yang besar hingga Anda dapat mencapai kebebasan finansial adalah bisnis network-marketing.
Mengapa bisnis network marketing merupakan bisnis ideal?
Pertama, bisnis network marketing dapat dijalankan secara part-time. Artinya, Anda masih tetap dapat menerima gaji dari kantor Anda sembari menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing Anda secara konsisten dan perlahan-lahan di waktu senggang.
Kedua, bisnis network marketing dapat dimulai dengan modal kecil. Secara umum, untuk memulai bisnis network marketing, modal yang dibutuhkan hanyalah sebesar Rp.50 ribu s/d Rp.200 ribu.
Ketiga, bisnis network marketing memberikan potensi income tidak terbatas.
Keempat, bisnis network marketing merupakan sistim bisnis yang telah terbukti sukses di seluruh dunia. Sejak tahun 1978, satu dari setiap lima orang milioner di Amerika Serikat mencapai status milioner dari hasil menjalankan bisnis network marketing.
Kelima, sistim bisnis network marketing relatif mudah dipelajari, dimengerti dan dijalankan.

Jika Anda masih khawatir akan kehilangan penghasilan Anda jika sampai di-PHK, saya menganjurkan Anda untuk benar-benar mempertimbangkan untuk menjalankan bisnis network-marketing mulai dari sekarang.
Setelah mempelajari apa yang ditawarkan oleh bisnis network-marketing, saya rasa Anda telah tahu bagaimana cara menyembuhkan “Penyakit Korban Krismon”.
Benar bukan???
--------------------------------



Residual Income : Bagaimana Cara Memperolehnya???
Banyak alasan yang membuat orang menggeluti bisnis network marketing. Alasan-alasa tersebut bisa berupa income tambahan di luar gaji dari kantor, keinginan untuk memperluas pergaulan, keinginan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga, keinginan untuk mencapai kebebasan finansial dan beragam alasan lainnya. Network marketing memungkinkan orang untuk mencapai kebebasan finansial karena adanya residual income. Apakah yang dimaksud dengan residual income???
Yang dimaksud dengan residual income adalah income yang diperoleh dan tetap berlanjut walaupun usaha awal untuk mendapatkan income tersebut telah selesai dilakukan. Lawan kata residual income adalah linear income. Yang dimaksud dengan linear income adalah income yang berbanding lurus dengan usaha yang dikeluarkan untuk memperoleh income.
Beberapa contoh linear income adalah gaji dari kantor, dan upah buruh. Pegawai kantor dibayar berdasarkan absensi, sedangkan buruh dibayar berdasarkan jumlah produksi. Misalnya, buruh di pabrik sepatu dibayar berdasarkan berapa pasang (unit) sepatu yang berhasil diproduksi oleh buruh tersebut.
Beberapa contoh residual income adalah biaya sewa dari apartemen, ataupun royalty dari penjualan buku/album/film. Biaya sewa apartemen diperoleh walaupun usaha membangun apartemen telah selesai dilakukan, dan pemilik apartemen memperoleh sewa bulanan dari penyewa apartemen. Royalty dari penjualan buku/album/film tetap diperoleh oleh penulis/artis/aktor walaupun proses produksi telah selesai dilakukan.
Banyak orang yang berkecimpung di dalam bisnis network marketing berharap memperoleh kebebasan finansial melalui perolehan residual income. Residual income dari Network Marketing diperoleh dari usaha yang kita keluarkan untuk membimbing orang-orang di dalam organisasi network marketing kita supaya bisa mandiri dan sukses.
Kerja keras yang Anda lakukan sebagai seorang network marketer akan memberikan hasil berupa residual income/royalty yang berasal produktivitas dari orang-orang di dalam organisasi Anda yang telah Anda bimbing menjadi sukses. Memang hasilnya tidak akan langsung terlihat dalam waktu dekat. Diperlukan kesabaran dan kerja keras untuk membangun organisasi network marketing yang kuat dan dapat memberikan residual income yang besar. Sebagian besar orang tidak memiliki visi untuk membangun organisasi network marketing yang kuat dan mengharapkan income yang besar dalam waktu singkat. Inilah yang saya sebut “Mentalitas Ingin Cepat Kaya.
Jika Anda berharap bisa cepat kaya melalui network marketing, teruslah bermimpi. Akan tetapi jika Anda ingin memperoleh residual income melalui bisnis jangka panjang yang dapat dimulai dengan modal kecil dan kerja keras, maka network marketing dapat membantu Anda untuk mencapai cita-cita kebebasan finansial Anda.
Kenapa Network Marketing??? Sejarah Singkat Proses Distribusi
Industri Network Marketing adalah sebuah industri yang cukup banyak diwarnai oleh polemik dan perdebatan. Banyak pihak yang PRO, tetapi tidak sedikit pula yang KONTRA. Sebagai seorang professional yang juga menggeluti bisnis network marketing, saya ingin mengambil kesempatan ini untuk memaparkan mengapa industri network marketing akan terus berkembang di masa depan.
Salah satu hal yang paling konsisten di dunia ini adalah perubahan (change). Dan sudah merupakan sesuatu yang lumrah jika orang-orang cenderung antipati terhadap sebuah perubahan, apalagi sebuah perubahan yang cukup revolusioner. Sebagai manusia, kita selalu mencoba untuk menolak terjadinya perubahan. Keinginan manusia untuk menolak perubahan dan mempertahankan status-quo adalah hal yang wajar dan manusiawi.
Walaupun demikian, ada sebagian perubahan yang tidak bisa kita lawan sekuat apapun kita mencoba melawannya. Hal ini menandakan bahwa perubahan tersebut telah mencapai momentum dan berhasil menjadi sesuatu yang lumrah dan menggantikan kebiasaan lama.
Sepanjang sejarah, manusia telah mencoba untuk melawan perubahan yang sudah waktunya terjadi. Hal ini terjadi hampir di segala bidang, mulai dari bidang kesenian, ilmu pengetahuan, pengobatan, maupun di dunia bisnis.
Ide-ide baru dan revolusioner cenderung ditolak dan ditentang pada awalnya. Seringkali, semakin drastis ide-ide tersebut, usaha-usaha penolakan terhadap ide baru tersebut juga menjadi semakin keras.
Banyak sekali ide-ide drastis yang pada awalnya ditolak tetapi akhirnya diterima menjadi sesuatu yang normal dan lumrah. Copernicus dipenjara karena mengatakan bahwa Bumi bentuknya bulat, Colombus dicemooh ketika berlayar mencari benua baru, Louis Pasteur juga ditertawai, Edison dan Einstein juga pernah dicomooh akibat ide-ide mereka yang revolusioner.
Industri network marketing juga adalah salah satu ide yang telah mencapai momentum dan akan terus berkembang. Walaupun masih banyak orang-orang yang menentang dan belum bisa menerima, industri network marketing akan terus berkembang karena melalui network marketing, proses distribusi yang paling ekonomis dan efisien akan dapat tercapai.
Pada awal abad ke-19, perekonomian Amerika telah mulai berkembang sehingga jalur distribusi untuk produk-produk kebutuhan hidup manusia juga harus dikembangkan. Pada saat itu, orang-orang Amerika berpendapat bahwa jalur distribusi yang baik adalah melalui toko-toko dan kedai-kedai kecil yang dimiliki oleh suami istri. Oleh karena itu, lahir toko roti, toko daging, toko perkakas, toko besi dan juga toko-toko lainnya yang menjual produk-produk tertentu secara khusus.
Kemudian, seorang bernama W.T. Grant berpendapat bahwa, alangkah baiknya jika toko-toko yang menjual produk-produk yang berbeda tersebut dapat digabungkan di satu lokasi. Dengan demikian, konsumen akan memiliki banyak pilihan dan kegiatan belanja juga akan dipermudah karena konsumen tidak perlu lagi mendatangi toko-toko yang berjauhan satu sama lainya untuk melakukan aktivitas belanja mereka.
Penggabungan toko-toko yang berbeda di satu lokasi melahirkan konsep Department Store. Konsep Department Store ini begitu sukses hingga mengakibatkan toko-toko dan kedai-kedai konvensional gulung tikar. Namun pemilik-pemilik toko-toko konvensional tidak tinggal diam. Mereka melobi pemerintah hingga akhirnya department store dinyatakan melanggar hukum dan illegal. Bayangkan saja, department store dinyatakan sebagai usaha yang melanggar hukum. Kalau dipikirkan, tidak masuk akal bukan??
Namun demikian, sebuah ide yang telah memiliki momentum tidak akan dapat dibendung. Setelah melalui perjuangan yang cukup berat, department store milik Grant akhir kembali diperbolehkan beroperasi dan dinyatakan tidak melanggar hukum lagi oleh pemerintah.
Konsep deparment store akhirnya dikembangkan lebih lanjut hingga melahirkan konsep Shopping Mall.
Saat ini, konsep shopping mall sendiri adalah sebuah konsep yang hampir redup. Walaupun banyak shopping mall yang menjamur, omzet penjualan di mall-mall merosot secara perlahan-lahan, dan pengelola mall semakin sulit untuk menarik pengunjung yang berbelanja. Orang-orang masih mengunjungi mall, akan tetapi yang berbelanja semakin sedikit. Franchising (waralaba) juga merupakan sebuah konsep distribusi yang ditentang pada tahap-tahap awal. Konsep franchising sendiri diciptakan sekitar 35 tahun yang lalu. Pada tahap awal perkembangannya, konsep franchising juga ditentang habis-habisan karena dianggap merupakan penipuan. Bahkan tidak sedikit pihak yang menganggap konsep franchising (waralaba) adalah sebuah konsep yang illegal.
Akan tetapi, sebuah ide yang telah mencapai momentum tidak akan bisa dibendung. Saat ini, jaringan distribusi franchise (waralaba) memberikan kontribusi sebeasar 34% dari penjualan setiap produk dan jasa di Amerika Serikat.
Apakah masih ada konsep distribusi yang telah mencapai momentum dan tidak terbendung lagi perkembangannya? Tentu saja ada. Konsep tersebut adalah Network Marketing.
Saat ini, konsep network marketing juga ditertawakan, dikritik, ditentang dan dicemooh oleh banyak orang dan banyak pihak. Hal ini persis seperti yang terjadi pada awal konsep department store, shopping mall, dan franchising diperkenalkan. Akan tetapi, industri network marketing juga telah mencapai momentum dan tidak akan bisa dibendung. Lihat saja perkembangan Amway, pelopor industri network marketing di dunia, maupun CNI, perusahaan network marketing nasional terbesar di Indonesia.
Amway telah banyak melahirkan miliarder-miliarder baru di seluruh dunia, dan juga banyak distributor-distributor CNI yang berhasil meningkatkan taraf hidup-nya dan menjadi jutawan dengan mengembangkan bisnis network-marketing mereka masing-masing.
Saya yakin, konsep network marketing akan melampaui kesuksesan department store, shopping mall, dan juga konsep franchising (waralaba). Kemungkinan besar, network marketing akan dapat merubah cara kita melakukan jual beli produk dan jasa secara revolusioner.
Mengapa saya begitu yakin? Lihat saja sekeliling Anda, semuanya sedang berlangsung bahkan di lingkungan sekeliling Anda.
Pertanyaan saya : “Siapkah Anda bergabung?”

--------------------------------


6 Mitos Tentang Network Marketing :

Kesalahpahaman & Kenyataan
Dalam menjalankan bisnis network-marketing, sering kali kita bertemu dengan orang-orang yang skeptis, ataupun orang-orang yang merasa tahu dan mengerti bisnis network-marketing, tetapi hanyalah orang-orang yang salah paham mengenai sistim dan cara kerja bisnis network marketing. Melalui artikel ini, saya ingin memberikan penjelasan atas 6 mitos yang sering menimbulkan kesalah-pahaman tentang industri network-marketing.
6 mitos yang sering menimbulkan kesalah-pahaman tentang industri network marketing adalah :
Mitos pertama : Cara terbaik untuk sukses di bisnis network marketing adalah dengan bergabung dengan perusahaan network-marketing baru. Mitos ini muncul karena adanya anggapan bahwa penghasilan terbesar yang diperoleh oleh pelaku bisnis network-marketing berasal dari awal berdirinya sebuah perusahaan network-marketing.
Kenyataannya adalah, tahap awal mungkin merupakan masa terburuk untuk bergabung dengan sebuah perusahaan network-marketing. Mengapa?
Sudah merupakan sebuah kenyataan di dunia bisnis (dan bukan hanya di bisnis network-marketing) bahwa 70% dari semua perusahaan baru akan gulung-tikar dalam lima tahun pertama.
Kalau begitu, bagaimana Anda bisa yakin bahwa perusahaan network-marketing tempat Anda bergabung bukanlah satu satu dari 70% perusahaan yang gulung-tikar tersebut?
Pada tahap awal sebuah perusahaan network-marketing, semua orang menginginkan dan berharap bahwa perusahaan tersebut akan sukses. Akan tetapi, merosotnya kinerja sebuah perusahaan network-marketing terjadi secara perlahan-lahan dan kadang-kadang tanpa disadari oleh para anggota dan distributornya.
Untuk sukses dalam bisnis network marketing, dibutuhkan investasi waktu dan usaha yang tidak sedikit. Bagaimana jika perusahaan network-marketing tempat Anda bergabung bangkrut setelah Anda meng-investasikan beberapa tahun dalam bentuk waktu dan usaha? Semuanya menjadi sia-sia saja, bukan?
Dari penjelasan di atas, Anda dapat melihat bahwa waktu terbaik untuk bergabung dengan sebuah perusahaan network-marketing adalah sesudah perusahaan tersebut berhasil membuktikan kemampuan mereka untuk mengembangkan bisnis secara etis, serta memenuhi kewajiban-kewajiban berupa pembayaran bonus kepada distributor secara teratur dan tepat waktu.
Mitos kedua : Kesuksesan seorang network-marketer adalah karena berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat dan faktor keberuntungan (hoki) merupakan faktor utama kesuksesan seorang network-marketer.
Mitos ini timbul karena potensi income tidak terbatas yang ditawarkan oleh industri network-marketing itu sendiri. Orang-orang yang menjalankan bisnis network marketing mengharapkan untuk mendapatkan income besar dalam waktu singkat tanpa kerja keras. Tentu saja sebagian besar orang gagal di network marketing dengan pandangan tersebut. Orang-orang yang gagal di network marketing karena kesalah-pahaman tersebut kemudian beranggapan bahwa untuk menjadi sukses dalam bisnis network-marketing dibutuhkan keberuntungan (hoki) yang besar.
Perlu Anda sadari bahwa bisnis network-marketing adalah sebuah bisnis, bukan merupakan sebuah hobby, permainan, atau sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang iseng, kurang kerjaan, maupun orang-orang yang ingin cepat kaya tanpa berusaha keras.
Orang-orang yang menganggap network marketing sebagai sebuah hobby ataupun sebagai sebuah permainan biasanya tidak akan sukses menjalankannya. Akan tetapi, orang-orang yang memperlakukan network-marketing layaknya sebuah bisnis, ataupun sebagai sebuah pilihan karir/professi memiliki kesempatan yang besar untuk sukses dalam menjalankan bisnis network-marketing.
Sama seperti halnya di bisnis maupun profesi lain, untuk menggapai sukses di bisnis network-marketing, Anda perlu juga membekali diri dengan ketrampilan dan keahlian. Anda juga perlu melakukan investasi di perkakas (tools) yang tepat untuk dapat menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing Anda secara maksimal.
Mitos ketiga : Network marketing adalah bisnis untuk orang miskin yang bermimpi menjadi kaya raya.
Walaupun banyak orang-orang yang sukses di bisnis network marketing memiliki latar belakang yang sederhana, pandangan ini merupakan pandangan yang salah. Sayangnya, mitos ini sendiri muncul akibat cerita yang sering digembar-gemborkan oleh banyak pelaku bisnis network-marketing itu sendiri.
Seperti di bisnis-bisnis lainnya, untuk menjadi sukses di bisnis network marketing, orang harus memiliki ketrampilan dan keahlian. Anda juga memerlukan sumber daya seperti modal, kenalan, disiplin dan juga visi dalam menjalankan bisnis Anda.
Sebagian orang tidak sukses secara finansial karena memiliki kekurangan-kekurangan seperti tidak percaya diri, tidak tahu cara menyampaikan pendapat, kurang bisa bersosialisasi dan lain sebagainya. Melalui network-marketing, seseorang dapat mengasah ketrampilan-ketrampilan tersebut.
Kenyataan sebenarnya adalah, orang-orang yang sukses di bisnis network-marketing sering kali adalah orang-orang yang juga telah sukses di bidang dan bisnis lain.
Oleh karena itu, pandangan bahwa orang miskin yang menjadi kaya-raya setelah menjalankan bisnis network-marketing adalah sebuah pandangan yang tidak benar.
Mitos keempat : Jika network-marketing dapat benar-benar dijalankan, maka semua orang akan menjalankannya sehingga pasar akan menjadi jenuh (saturasi).
Walaupun masuk akal secara matematis, mitos ini tidak pernah terbukti. Sejarah telah membuktikan bahwa network-marketing merupakan bisnis yang nyata, dan kejenuhan (saturasi) bukan merupakan sebuah ancaman.
Amway, perusahaan network-marketing tertua dan terbesar di dunia telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun. Distributor-distributor Amway telah “menggambar lingkaran” dan merekrut distributor baru selama lebih dari 40 tahun, dan sampai sekarang belum ada indikasi bahwa pasar telah jenuh dengan apa yang ditawarkan oleh para distributor Amway ini.
Memang, sistim bisnis network-marketing sangatlah dashyat, akan tetapi tidak begitu dashyat hingga sanggup menghilangkan keacuhan dan ketidakpedulian orang terhadap kedashyatan yang ditawarkan oleh bisnis network marketing ini.
Mitos kelima : Anda harus “memanfaatkan” teman dan keluarga untuk memperoleh income di bisnis network-marketing.
Ini merupakan sebuah persepsi yang sangat salah mengenai bisnis network-marketing. Kenyataannya adalah : Anda tidak memanfaatkan orang lain dan tidak boleh memanfaatkan orang lain untuk mencapai sukses di bisnis network-marketing. Dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing, satu-satunya hal yang “dimanfaatkan” adalah produk dan jasa yang didistribusikan sebuah perusahaan network-marketing melalui para distributornya. Mesin penggerak bisnis network-marketing adalah produk dan jasa yang dipergunakan oleh para distributor.
Dalam bisnis network-marketing, Anda tidak memanfaatkan orang lain. Anda hanya menawarkan produk dan jasa yang Anda pergunakan sendiri kepada teman dan kenalan Anda. Jika teman Anda menyukainya, mereka juga akan menggunakannya. Jika teman, saudara dan anggota keluarga Anda yang lain tidak menyukai produk yang Anda tawarkan, Anda tidak perlu memaksa. Itu adalah hak mereka.
Mitos keenam : Kebanyakan orang gagal di bisnis network-marketing. Para “leader” mendapatkan duit dari “distributor kecil”.
Seperti halnya di industri-industri lain, orang-orang yang sukses di bisnis network marketing adalah orang yang paling tekun dan yang berusaha paling keras dalam menjalankan bisnisnya.
Di bisnis network-marketing, orang yang sukses adalah orang yang paling banyak melakukan penjualan produk/jasa dan paling banyak membimbing dan melatih distributor baru hingga bisa mandiri dan sukses.
Jika Anda menjual produk senilai Rp.500 ribu per bulan, dan telah mengembangkan jaringan distritor sebanyak 500 orang yang masing-masing menjual produk senilai Rp.500 ribu per bulan, tentu saja Anda akan memperoleh income 500 kali lebih banyak dari orang yang hanya menjual produk senilai Rp.500 ribu per bulan.
Adil sekali, bukan???
-------------------------------

Network Marketing Sulit Dijalankan. Benarkah???
Sudah berapa sering Anda mendengar orang mengatakan bahwa bisnis network-marketing sulit dijalankan. Jika saat ini Anda sendiri sedang mengembangkan bisnis network-marketing, saya yakin pernyataan di atas sudah biasa Anda dengar prospek-prospek Anda. Jika Anda belum menjalankan bisnis network-marketing Anda sendiri, kemungkinan besar Anda juga pernah menggunakan alasan di atas untuk menghindar dari teman-teman yang mengajak bergabung. Tapi, benarkah bisnis network-marketing benar-benar sulit dijalankan???
Saya sendiri pernah berpikir bahwa menjalankan bisnis network-marketing itu sulit. Lagipula, karir saya berkembang relatif cepat, sehingga saya pernah beranggapan bahwa tanpa perlu repot-repot menjalankan bisnis network-marketing, saya akan berhasil mencapai kebebasan finansial dalam waktu singkat.
Kenyataannya adalah, semakin karir saya menanjak, semakin banyak waktu pula yang harus saya alokasikan untuk urusan kantor, sedangkan waktu untuk keluarga semakin lama semakin sedikit. Hal inilah yang membuat saya kembali mempertimbangkan kembali bisnis network-marketing sebagai upaya untuk mencapai kebebasan finansial.
Setelah mempertimbangkan beberapa alternatif, akhirnya saya memutuskan untuk mulai menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing saya sendiri.
Keputusan saya untuk menjalankan bisnis network-marketing didasarkan atas beberapa pertimbangan. Sebagai orang yang pernah mengatakan bahwa “network-marketing sulit dijalankan,” saya mencoba membandingkan tingkat kesulitan bisnis network-marketing dengan beberapa alternatif lain.

Network-marketing sulit dijalankan.
Benarkah??? Dibandingkan dengan apa???
Bagaimana rasanya harus meninggalkan bayi Anda yang baru lahir dua bulan yang lalu dengan baby-sitter di rumah karena Anda dan suami/istri Anda terpaksa harus bekerja hanya untuk membayar tagihan bulanan? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya mengetahui bahwa Anda telah menikahi orang yang paling Anda cintai dan pernah Anda janjikan hal-hal yang serba indah tetapi sampai sekarang belum dapat Anda penuhi? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya jika Anda dan pasangan Anda menyadari bahwa Anda tidak akan mampu membeli rumah idaman Anda karena tidak mungkin membayar cicilan bulanan? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya terpaksa menyelesaikan pekerjaan kantor pada hari Minggu sore dan terpaksa mengingkari janji untuk membawa anak Anda pergi berenang? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya harus kerja lembur di kantor di malam Natal dan tidak bisa meluangkan waktu untuk mengikuti misa Natal di gereja bersama keluarga Anda? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya untuk tiap hari berangkat kerja dengan mobil butut berumur lima belas tahun dan selalu harus dibawa ke bengkel setiap dua minggu sekali, tetapi Anda tidak sanggup untuk membeli mobil baru? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya jika setiap kali membeli baju, Anda terpaksa membeli yang paling murah dan bukan membeli baju yang terlihat paling bagus untuk Anda? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya setiap kali berbelanja dengan keluarga Anda harus memikirkan, “Jika kita beli yang ini, maka kita tidak akan sanggup membeli yang itu.”? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya mengetahui bahwa Anda telah bekerja keras selama 30 tahun untuk suatu hari harus pensiun dengan sepertiga pendapatan Anda sekarang? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya jika suatu hari anak Anda yang telah dewasa pindah ke kota lain dan Anda tidak sanggup mengunjunginya karena harga tiket pesawat terbang terlalu mahal? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya melihat anak Anda tanpa disadari telah tumbuh remaja dan dewasa padahal sewaktu mereka kecil Anda sangat sedikit meluangkan waktu untuk mereka? Sulitkah itu???
Bagaimana rasanya jika Anda di-PHK karena kantor Anda gulung tikar karena Krisis Moneter? Sulitkah itu???

Tahukah Anda hal yang paling sulit?
Hal yang paling sulit itu bukanlah menjalankan bisnis network-marketing.
Hal yang paling sulit adalah suatu hari Anda menyadari telah terlalu banyak membuang-buang waktu yang berharga, dan waktu yang telah Anda sia-siakan tersebut telah hilang untuk selama-lamanya.
Detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari, tahun demi tahun hilang tak berbekas. Waktu yang hilang tak berbekas ini seharusnya dapat Anda gunakan sedikit-demi-sedikit untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing Anda secara konsisten dan perlahan-lahan. Manusia sering punya kebiasaan buruk untuk mencari-cari alasan untuk tidak mengerjakan hal-hal yang seharusnya dikerjakan. Seringkali kita mengizinkan orang lain yang tidak berhak dan tidak berkepentingan untuk mengatur hidup kita dan keluarga kita, masa depan kita dan masa depan kita.
Apakah network-marketing benar-benar sulit dijalankan???
Apakah sulit untuk menunjukkan kepada teman-teman produk bermutu tinggi???
Apakah sulit untuk mempelajari sistim bisnis network-marketing sehingga bisa menyampaikannya kepada orang lain???
Apakah sulit untuk meluangkan satu jam sehari untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis network marketing Anda???
Apakah sulit untuk tidak menonton TV/sinetron selama satu jam sehari dan mempergunakan waktu tersebut untuk mengembangkan bisnis network-marketing Anda???
Apakah sulit untuk mengerti bahwa dengan menjalankan bisnis network-marketing secara konsisten dan perlahan-lahan selama beberapa tahun Anda akan dapat mencapai kebebasan finansial???
Sanggupkah Anda bekerja keras mengembangkan bisnis network-marketing Anda selama tiga tahun ke depan supaya keluarga Anda dapat membeli rumah idaman???
Sanggupkah Anda bekerja keras mengembangkan bisnis network-marketing Anda selama tiga tahun supaya anak Anda dapat sekolah di perguruan tinggi yang bermutu tinggi dan bukan yang uang kuliah-nya murah???
Sanggupkah Anda bekerja keras mengembangkan bisnis network-marketing Anda selama tiga tahun supaya taraf hidup keluarga dapat Anda tentukan sendiri dan bukan ditentukan oleh orang-orang yang tidak berhak? Segeralah sadari bahwa Anda mempunyai kekuatan yang luar biasa dengan bisnis network-marketing.
Network-marketing benar-benar mempunyai kekuatan untuk merubah hidup Anda.  Tapi, semua potensi-potensi yang ditawarkan oleh network-marketing tergantung kepada Anda sendiri untuk merealisasikannya. Setelah mempelajari perbandingan-perbandingan di atas, apakah Anda masih merasa bahwa network-marketing sulit dijalankan???
--------------------------------
Network Marketer & Konglomerat Properti : Sebuah Analogi
Jika Anda menjalankan bisnis network marketing, maka Anda dapat di-ibaratkan seperti seorang konglomerat properti yang mempunyai banyak asset-asset properti berupa gedung dan perkantoran bertingkat. Bagaimana mungkin???
Bisnis network marketing adalah sebuah bisnis jangka panjang yang akan memberikan hasil berupa residual income secara terus-menerus walaupun usaha awal untuk memperoleh income tersebut telah selesai dilakukan pada waktu yang lampau. Seorang network marketer perlu menginvestasikan modal, meluangkan waktu untuk membangun organisai network-marketing secara perlahan-lahan, satu distributor demi satu distributor. Pada saat organisasinya telah berkembang, sukses dan produktif, residual income akan diperoleh secara terus menerus walaupun ia memutuskan untuk tidak lagi aktif menjalankan bisnis network marketingnya.
Seorang konglomerat properti juga membutuhkan waktu yang lama untuk merencanakan proyek properti, membangun pondasi, menyelesaikan konstruksi setingkat demi setingkat hingga akhirnya selesai membangun gedung bertingkat yang menghasilkan uang sewa secara terus-menerus di kemudian hari.
Jika Anda baru saja memulai bisnis network marketing Anda, kemungkinan besar Anda akan bertemu dengan orang yang mentertawai, menganggap remeh atau bahkan mencemooh usaha Anda dalam mengembangkan bisnis network marketing Anda. Pada saat Anda berada dalam posisi sulit tersebut, Anda dapat memberikan jawaban sebagai berikut :
“Teman, mari saya ceritakan proyek apa yang sedang saya kerjakan. Saat ini, saya sedang menjalankan proyek jangka panjang untuk mencapai kebebasan finansial (financial freedom). Proyek yang saya kerjakan sekarang kurang lebih mirip sebuah proyek properti. Bisa diibaratkan saya sedang membangun apartemen 50 kamar untuk dikontrakkan kepada orang lain.”
“Anda sendiri tahu bahwa perlu waktu untuk membangun apartemen 50 kamar bukan?? Nanti kalau sudah selesai dibangun, saya akan menikmati income dari hasil mengontrakkan 50 apartemen tersebut kepada orang lain.”
“Saat ini, saya sedang dalam proses konstruksi gedung apartemen-nya. Wajar saja kalau sewaktu saya membangun gedung tersebut, saya perlu melakukan investasi. Dan tentu saja selama periode konstruksi gedung apartemen tersebut, saya masih belum akan menikmati uang sewanya, bukan??”
Berhentilah berbicara sejenak. Lawan bicara Anda pasti sadar bahwa tidak mungkin memperoleh uang sewa apabila gedung apartemen 50 kamar tersebut belum selesai dibangun.
Kemudian lanjutkan pembicaraan Anda :
“Begitulah keadaannya. Saat ini saya sedang berada dalam tahap membangun. Nanti kalau sudah selesai, akan saya kabarkan dan bersama-sama akan kita lihat hasilnya.”
“Bagaimana dengan Anda?? Apakah Anda melakukan proyek jangka panjang untuk masa depan Anda??”
Cukup demikian tanggapan Anda. Tergantung kepada lawan bicara Anda untuk memahami dan mempelajari bisnis network marketing yang sedang Anda jalankan.
Jangan pernah merasa malu mengakui bahwa Anda melakukan bisnis network marketing!!!
Anda memang benar-benar menjalankan proyek jangka panjang, sama seperti halnya seorang konglomerat properti. Apakah seorang konglomerat properti merasa malu jika gedung bertingkat yang dibangunnya sedang dalam tahap perencanaan dan konstruksi??? Tentu saja tidak!!! Oleh karena itu, Anda juga tidak perlu merasa malu mengakui keterlibatan Anda di bisnis network marketing. Berapa banyak income yang Anda harapkan dari bisnis network marketing Anda?? Semuanya terserah Anda. Yang perlu Anda ingat adalah, Anda sedang membangun asset yang akan menghasilkan income di kemudian hari. Mungkin perlu waktu beberapa tahun untuk dapat menikmati hasil dari investasi Anda. Konglemerat properti juga membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum dapat menikmati income dari menyewakan gedung bertingkat yang dia bangun.
Jadi, berapa banyak income yang Anda harapkan dari bisnis network marketing Anda???
-----------------------------------
Pemain Baru di Bisnis Network Marketing
Jika Anda pernah menghadiri presentasi bisnis network-marketing pada saat bisnis network-marketing mulai beroperasi di Indonesia kurang lebih 10 tahun yang lalu, Anda akan melihat banyak ibu-ibu rumah tangga yang hadir. Sekarang, bisnis network-marketing telah digeluti oleh orang dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, tapi yang berkembang paling pesat adalah pelaku network marketing baru dari kalangan eksekutif dan kalangan professional.
Perkembangan industri network-marketing selama satu dekade terakhir telah berhasil menarik minat banyak kalangan untuk ikut berpartisipasi. Saat ini, kita sudah melihat banyak professional yang menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing mereka sendiri.
Sekarang, jika Anda menghadiri presentasi bisnis network-marketing, sudah merupakan hal yang lumrah untuk melihat dokter, bankir, pengacara, bintang sinetron, selebritis yang berpartisipasi dalam presentasi bisnis tersebut.
Meningkatnya partisipasi dari kalangan eksekutif dan professional memberikan kontribusi yang tinggi terhadap perkembangan industri network-marketing. Dengan bergabung, kalangan professional membawa keahlian teknis, pengakuan sosial dan juga kredibilitas terhadap industri network-marketing. Para professional ini adalah orang-orang yang mempunyai karir yang relatif mapan dan penghasilan yang relatif tinggi.
Kalau begitu, mengapa para eksekutif dan professional ini berminat menggeluti bisnis network-marketing?

Para professional tertarik untuk menggeluti bisnis network-marketing karena bisnis ini menawarkan potensi kebebasan finansial (financial freedom) dan kebebasan untuk mengatur hidup mereka sendiri tanpa harus bergantung kepada orang lain.
Para professional adalah calon-calon yang ideal untuk menggeluti bisnis network-marketing. Mengapa?

Mari kita analisa kehidupan seorang dokter. Seorang dokter bekerja 10 s/d 12 jam sehari, dan kadang-kadang harus siaga 24 jam. Memang tidak dapat dibantah bahwa penghasilan seorang dokter relatif cukup tinggi. Jika seorang dokter memperoleh pendapatan Rp.300 juta per tahun, penghasilan tersebut tetap saja merupakan penghasilan linear (linear income). Seorang dokter menerima income jika mereka bekerja/berpraktek, jika mereka tidak bekerja/berpraktek, income tidak akan datang dengan sendirinya.
Walaupun seorang dokter memperoleh income yang relatif tinggi, ia juga menginginkan lebih banyak waktu untuk keluarganya, untuk mengembangkan hobbynya atau untuk menikmati liburan dengan keluarganya. Bisnis network-marketing memungkinkan seorang dokter untuk mencapai apa yang tidak ditawarkan oleh penghasilan linear dia.
Kalangan eksekutif (seperti bankir) juga menginginkan hal yang sama. Akibat Krisis Moneter, banyak bankir yang dulu memperoleh income ratusan juta per tahun mengalami PHK hingga harus mencari sumber income lain dan dapat memberikan income tinggi secara lebih terjamin.
Untuk para eksekutif yang tidak terkena PHK akibat krisis moneter, mereka mungkin harus bekerja 2 kali lebih keras tanpa memperoleh kenaikan gaji. Oleh karena itu, mereka juga mulai mempertimbangkan alternatif-alternatif lain untuk memperoleh income yang tinggi. Lagi-lagi, bisnis network-marketing merupakan solusi yang mereka butuhkan.
Network-marketing adalah satu-satunya bisnis yang beresiko rendah, tetapi berpotensi memberikan hasil yang luar biasa tinggi. Hal ini tentu saja menarik untuk para professional yang walaupun mempeoleh income yang tinggi, tetapi harus dengan mengorbankan waktu yang seharusnya di-alokasikan untuk keluarga dan orang-orang tercinta.
Saya yakin, dengan berlalunya waktu, akan semakin banyak lagi eksekutif dan professional yang juga akan ikut bergabung dan mengembangkan industri network-marketing ini.
Jika Anda adalah seorang professional yang sedang mempertimbangkan untuk menggeluti bisnis network marketing, dengan senang hati saya akan bekerjasama dengan Anda untuk mewujudkan financial independence yang Anda impikan.
---------------------------------


Mengapa Sikap Prospek Yang Positif Berubah Menjadi Negatif Keesokan Hari?
Apakah anda pernah mengalami hal seperti judul di atas? Pada suatu hari, Anda berhasil mengundang prospek untuk mendengarkan peluang usaha yang anda tawarkan. Sang prospek memberikan respon yang baik terhadap tawaran tersebut. Setelah memberikan data-data yang dibutuhkan sebagai syarat untuk terdaftar sebagai anggota, maka prospek anda mengatakan akan melakukan pembayaran pada keesokan hari.
Anda sudah tidak sabar menanti pergantian fajar untuk menerima pembayaran dari anggota team yang baru. Tapi apa yang terjadi? Anda mendapat kabar bahwa pembayaran yang ditunggu-tunggu tidak jadi dilakukan dengan seribu satu alasan yang terdengar logis. Mengapa hal ini sering terjadi? Kelihatannya masih ada kesalahan dalam proses closing yang anda lakukan.
Walaupun anda telah memberikan informasi dengan baik dan benar pada saat presentasi sehingga prospek anda menyambut dengan positif, tetapi sebagian besar orang memiliki sikap untuk bermain aman dan takut tertipu. Maka mereka akan memberikan jawaban ini kelihatannya bagus dan masuk akal, tetapi beri saya waktu satu dua hari untuk memberikan jawaban.
Lalu apa yang mereka lakukan setelah itu? Mereka akan mulai mengajak teman dekat yang lain atau keluarga dekat untuk bergabung. Tetapi karena minimnya pengetahuan yang dimiliki, maka yang diajak malah memberikan peringatan dan sinyal-sinyal negative, sehingga prospek anda menjadi mundur dan merasa bisnis yang anda tawarkan terlalu sulit baginya.
Jadi apa yang harus dilakukan untuk menghindari terjadinya kasus di atas? Pertama-tama anda harus menghargai sikap dari prospek untuk berpikir terlebih dahulu, tetapi harus dibuatkan pagar pengaman sehingga ia tidak bercerita terlebih dahulu kepada pihak lain dengan mengatakan:
  1. Saya setuju bahwa anda harus memiliki keyakinan yang bulat untuk berhasil di sini dan itu sangat bagus. Tapi demi kebaikan anda, apabila ada pihak lain yang harus dimintai pendapat dalam mengambil keputusan, maka akan jauh lebih baik kalau dipertemukan lagi dengan saya. Dan kalau masih ada sesuatu yang belum jelas, silakan menghubungi saya kembali, karena apabila anda sakit gigi maka harus berobat ke dokter gigi bukannya dokter mata, demikian juga berlaku di sini, lebih baik anda bertanya pada orang yang benar-benar mengerti tentang bisnis ini dari pada ke orang yang tidak mengerti dan akan menghalangi anda untuk berhasil.
  2. Saya mendukung sikap anda, sekarang pikirkanlah dengan baik untuk bergabung atau tidak. Jangan bercerita kepada pihak lain sebelum anda putuskan. Karena ibaratnya anda baru dinyanyikan satu lagu yang baru, maka apabila anda bernyanyi kepada pihak lain, maka hasilnya tidak karuan karena anda belum menguasai lagu tersebut. Jadi hanya putuskan saja untuk bergabung atau tidak.
  3. Sebaiknya anda jangan mencoba mengajak orang terlebih dahulu sebelum anda bergabung. Karena mereka akan bertanya apakah anda sudah bergabung? Karena mereka tahu anda belum bergabung, maka hal ini akan diduplikasikan. Sehingga pada akhirnya tidak akan ada yang bergabung dalam bisnis yang bagus ini.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat!
--------------------------------

Tips Untuk Mensponsori Super Leader Dalam Bisnis Network Marketing Anda
Orang-orang yang menjalankan bisnis network-marketing cenderung berpandangan bahwa cara untuk mencapai kesuksesan adalah dengan mensponsori super leader untuk bergabung dalam bisnis network-marketing yang mereka jalankan. Walaupun demikian, untuk merekrut seorang super leader tidaklah mudah. Kadang kala, kita secara kebetulan berhasil mensponsori seorang super leader, kadang kala seorang super leader secara perlahan-lahan berkembang dari nol, kadang kala malah super leader tersebut yang menemukan kita. Kalau begitu, bagaimanakah cara terbaik untuk menemukan seorang (atau beberapa orang) super leader???
Secara definisi, seorang super leader adalah seseorang yang bergabung dan menjalankan bisnis network-marketing dan kemudian dapat mengembangkan bisnisnya secara signifikan dan menghasilkan volume penjualan produk yang tinggi. Tentu saja orang-orang yang menjalankan bisnis network-marketing sangat mendambakan untuk dapat merekrut sebanyak mungkin super leader ke dalam organisasi network-marketingnya karena super leader tersebut akan memberikan kontribusi komisi dan royalti yang tinggi kepada sponsornya.
Kalau begitu, bagaimana caranya supaya Anda dapat merekrut super leader ke dalam organisasi network-marketing Anda?
Untuk dapat merekrut super leader, Anda harus mulai dari diri Anda sendiri. Mulailah berperilaku seperti seorang super leader dalam kegiatan Anda sehari-hari.
Bagaimana pola perilaku seorang super leader sehari-hari?
  1. Jangan berharap seorang distributor baru dapat langsung sukses dalam bisnis network-marketing jika tidak memperoleh dukungan dari seorang sponsor yang memiliki komitmen. Sebagai seorang sponsor, Anda harus bersedia memberikan bantuan dan training kepada distributor dan downline Anda supaya mereka dapat sukses dan menjadi seorang super leader.
  2. Seorang super leader secara konsisten memberikan contoh dalam menggunakan produk dari perusahaan network-marketing yang ia jalankan. Anda harus mempercayai kualitas produk yang ditawarkan oleh perusahaan network-marketing Anda. Jika tidak, bagaimana mungkin Anda dapat meyakinkan orang lain untuk menggunakan produk yang Anda jual?
  3. Jangan berpikir bahwa dengan bergabung menjadi distributor perusahaan network-marketing, seseorang akan otomotis menjadi kaya dan mencapai kebebasan finansial. Seorang super leader harus secara konsisten menjalankan bisnis network-marketingnya. Yang dimaksud dengan menjalankan bisnis network-marketing adalah dengan mengadakan presentasi, merekrut, dan mendidik downline.
Dengan menerapkan pola perilaku di atas, Anda secara tidak langsung menciptakan kesan bahwa Anda benar-benar serius dalam menjalankan bisnis network-marketing Anda. Dengan memberikan contoh yang baik kepada downline-downline Anda, mereka akan lebih serius dalam menjalankan bisnis network-marketing mereka. Jika diterapkan secara konsisten, mudah-mudahan downline Anda juga semakin terarah dalam menerapkan pola perilaku seorang super leader dan akan berdampak positif pada bisnis network marketing Anda.
Selamat mencoba.
-------------------------------


Membangun Bisnis Melalui Reputasi
Berbicara tentang bisnis tidak terpisahkan dari isitilah “Reputasi”. Reputasi yang lebih kurang sama artinya dengan “Nama Baik” adalah modal penting dalam memulai sebuah bisnis. Tanpa memiliki reputasi, berarti tidak ada kepercayaan dan tanpa kepercayaan maka bisnis apapun tidak akan bertahan lama.
Memulai sebuah bisnis berarti sang pebisnis juga mulai membangun kepercayaan dimata pasar, bisa jadi pada awalnya adalah kepercayaan dari kerabat terdekat, kemudian seiring proses waktu kepercayaan semakin luas dan bisnispun membesar.
Bisnis Network-Marketing demikian pula halnya… bagi para pemula tentu saja belum memiliki reputasi dimata banyak orang, namun demikian tentu sudah ada kerabat dekat seperti saudara, teman atau tetangga yang sudah mengenal dan percaya kepadanya, jadi itulah modal awal membangun reputasi. Dan karena itu jugalah mengapa untuk mulai menjalankan bisnis Network-Marketing harus dimulai dengan mensponsori atau menawarkan produk kepada kerabat terdekat terlebih dahulu.
Saya sering mendengar pernyataan orang bahwa mereka sudah beberapa kali menjalankan bisnis Network-Marketing, lalu berhenti dan ganti dengan yang lainnya karena berbagai alasan, seperti “sistemnya yang sulit”, “upline yang pasif”, “produk yang mahal”, “produk sulit dipasarkan” dan lain sebagainya, dan semua itu dijadikannya alasan untuk menjadi petualang bisnis Network-Marketing. Oleh beberapa kalangan di bisnis ini mereka dianggap sebagai “kutu loncat”. Anda tentu tahu bagaimana akhir ceritanya yang selalu sama, yaitu mereka belum sukses di bisnis Network-Marketing manapun.
Lantas, apanya yang salah?
Kembali ke masalah reputasi, menurut Anda apakah orang seperti yang saya maksud diatas layak untuk Anda percaya? Layakkah mereka Anda ajak kerjasama sedangkan mereka sendiri tidak konsisten dengan apa yang telah diputuskannya, dan tidak menyelesaikan apa yang telah dimulainya. Tentu tidak, bukan?
Bukan saja dalam hal reputasi kurang baik sehingga mereka belum bisa dipercaya, tetapi juga untuk menjalankan sebuah bisnis sangat diperlukan “keuletan”, ibarat lomba lari, tentu berlari menuju garis finis adalah lebih penting daripada sekedar memilih sepatu yang akan dipakai untuk lomba itu. Apalagi jika sudah diketahui bahwa semua pilihan sepatu yang tersedia telah banyak mengantar orang untuk sampai ke garis finis yaitu kesuksesan.
Maka jika Anda saat ini sudah dan sedang menjalankan suatu bisnis Network-Marketing dan Anda sudah tahu bahwa sudah banyak orang sukses didalamnya, saya berpesan untuk Anda menjalankan bisnis itu hingga Anda sukses. Bisnis Network-Marketing adalah jembatan dan Anda sendiri yang harus melaluinya tentu saja sampai sukses.
Jika Anda sedang tidak atau belum menjalankan bisnis Network-Marketing, jangan terlalu lama untuk memilihnya, karena memilih saja tidak mengantar ke garis finis, segeralah bertindak, pilihlah satu bisnis Network-Marketing yang menurut Anda cukup baik, mulailah sekarang juga!
Hanya dengan konsistensi dan keuletan maka segala yang tidak mungkin menjadi mungkin, selain itu akan membuahkan kesuksesan itu juga akan membuahkan reputasi untuk anda, maka Anda akan terus semakin sukses. Semakin besar kepercayaan orang kepada anda, semakin besar pula bisnis anda…
Salam sukses!!
---------------------------
Dua Kunci Sukses Bisnis Network-Marketing
Jika Anda bertanya kepada pelaku bisnis network-marketing tentang kunci sukses dalam menjalankan bisnis ini, Anda akan mendapatkan beragam jawaban atas pertanyaan tersebut. Tapi, berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, hanya ada 2 kunci sukses dalam menjalankan bisnis network-marketing. Kalau begitu, apakah kedua kunci sukses di bisnis network-marketing???
Kedua kunci sukses tersebut adalah :
  1. KONSISTENSI : Anda harus konsisten dalam menjalankan bisnis network-marketing Anda hari-demi-hari, bulan-demi-bulan, tahun-demi-tahun. Sebagai seorang network-marketer, Anda harus konsisten dalam menggunakan produk perusahaan Anda. Selain itu, Anda juga harus konsisten dalam menjalankan kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan organisasi network-marketing Anda. Kegiatan-kegiatan pengembangan bisnis yang harus Anda lakukan secara konsisten adalah : melakukan presentasi, merekrut distributor baru, membimbing dan mendidik distributor baru supaya mereka dapat melakukan hal yang sama. Jika Anda dapat menjalankan kegiatan-kegiatan di atas secara konsisten selama 2 s/d 3 tahun dalam mengembangkan bisnis network-marketing Anda, hampir boleh dipastikan Anda akan dapat menikmati residual income yang tinggi dari bisnis network-marketing yang Anda jalankan.
  2. JANGAN PERNAH MENYERAH : Penyebab utama kegagalan sebuah bisnis network-marketing adalah distributor yang menyerah. Semua pelaku bisnis network-marketing harus sadar bahwa kebebasan finansial tidak akan datang dengan sendirinya setelah formulir pendaftaran distributor ditanda-tangani oleh mereka.
Banyak pekerjaan dan pengorbanan yang harus dilakukan selama 2 s/d 3 tahun pertama menjalankan bisnis ini sebelum residual income yang diperoleh dapat memberikan kebebasan finansial yang Anda impikan. Selama 2 s/d 3 tahun pertama itulah Anda melakukan investasi dan membangun asset. Residual income baru akan datang setelah fondasi asset Anda berdiri dengan kokoh.
Bisnis network-marketing adalah bisnis yang paling adil karena hasil yang Anda peroleh dari bisnis network-marketing benar-benar merupakan buah dari investasi modal, waktu dan usaha yang Anda tanamkan.
Jika Anda menjalankan bisnis network-marketing atas kesadaran Anda sendiri dan tanpa paksaan orang lain, maka Anda juga dapat menyerah dan berhenti menjalankan bisnis network-marketing kapan saja tanpa paksaan orang lain.
Intinya adalah, jika Anda dapat menyerah kapan saja, mengapa harus menyerah sekarang??? Mengapa harus menyerah sekarang jika Anda tahu bahwa dengan sedikit usaha tambahan dan konsistensi dalam menjalankan bisnis, Anda dapat mendapatkan residual income dan kebebasan-finansial yang Anda idam-idamkan 2 s/d 3 tahun kemudian?
Anda sendiri yang harus menentukan apakah Anda akan menjadi seorang yang SUKSES ataupun GAGAL di bisnis network-marketing. Semuanya terserah Anda!!!
---------------------------------

Network-Marketing Bukanlah Pertunjukan Sulap
Anda pernah menghadiri pesta ulang tahun anak-anak? Sering kali dalam sebuah pesta ulang tahun anak-anak, ada pertunjukan sulapnya. Saya sendiri selalu terkesima dengan pertunjukan sulap yang saya tonton pada pesta ulang tahun sewaktu saya masih kecil. Bahkan sampai saya menginjak usia remaja, saya selalu terkesima dengan pertunjukan sulap yang ditayangkan di televisi oleh jago-jago sulap seperti David Copperfield.
Sering dalam pertunjukan sulap, sesuatu yang sebelumnya tidak ada bisa tiba-tiba muncul begitu saja. Sebagai contoh, koin yang tiba-tiba dimunculkan oleh pesulap dari belakang kuping seorang pemirsa. Kadang-kadang, saya sendiri juga mencoba mempelajari atraksi sulap kecil-kecilan. Akan tetapi walaupun sudah belajar dari buku petunjuk sulap, atraksi sulap yang terlihat mudah tetap saja tidak berhasil saya lakukan.
Walaupun demikian, satu hal yang saya pelajari adalah bahwa semua atraksi sulap itu adalah tipuan semata. Artinya, kita tidak dapat membuat sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Sebuah atraksi sulap merupakan hasil dari sebuah proses yang telah dipersiapkan dan diatur sedemikian rupa sehingga membuat para penonton menerima atraksi sulap sebagai sebuah hiburan yang menarik.
Saat ini, saya menjalankan bisnis network-marketing. Saya menyadari bahwa banyak usaha dan investasi yang harus saya lakukan terlebih dahulu sebelum saya dapat menikmati hasilnya. Walaupun demikian, saya cukup kaget melihat banyak sekali pelaku-pelaku bisnis network-marketing yang menjalankan bisnis ini bagaikan sebuah pertunjukan sulap.
Orang-orang ini berharap dapat menikmati hasil bisnis network-marketing tanpa melakukan investasi waktu, uang dan usaha untuk bisnis mereka. Singkat kata, orang-orang ini menganggap bisnis network-marketing itu adalah sebuah pertunjukan sulap dimana sesuatu yang sebelumnya tidak ada dapat tiba-tiba dimunculkan hanya dengan menjentikkan jari atau dengan mengayun-ayunkan tongkat ajaib.
Orang-orang yang menjalankan bisnis network-marketing bagaikan pertunjukan sulap berharap dapat segera menjadi kaya hanya dengan mengisi formulir pendaftaran, dan komisi dan bonus yang akan membuat mereka menjadi kaya akan datang dengan sendirinya.
Perlu Anda sadari bahwa network-marketing adalah sebuah bisnis, bukan undian berhadiah. Dalam undian berhadiah, Anda mengisi formulir dan berhadap dapat memenangkan hadiah. Supaya sebuah bisnis dapat berhasil, Anda harus melakukan investasi waktu, uang dan usaha.
Anda harus sadar bahwa keputusan Anda untuk menjalankan bisnis network-marketing harus diikuti dengan investasi waktu, uang dan usaha sebelum Anda akan melihat hasilnya. Jika Anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal dari bisnis network-marketing Anda, mampukah Anda melakukan hal-hal yang harus dilakukan untuk berhasil di bisnis network-marketing? Maukah Anda belajar? Maukah Anda melakukan hal-hal yang telah dilakukan oleh leader-leader Anda yang telah sukses?
Tentukanlah sikap Anda sekarang juga, karena keberhasilan Anda di bisnis network-marketing sepenuhnya tergantung kepada sikap yang Anda ambil sekarang.
-----------------------------------

Networker adalah Pemain Sulap
Pembaca yang saya hormati, tentu Anda heran mengapa judul tulisan ini agak bertentangan dengan tulisan pak William Henley. Sebenarnya tidak, saya hanya menyoroti dari sisi yang berbeda, bahwa tidak mudah untuk menjadi pesulap, sekalipun sudah ada petunjuknya tetapi tidak semua orang mampu melakukannya.
Sebagai networker, Anda adalah seorang pesulap, dan untuk itu Anda harus menyiapkan diri dengan belajar dan mencoba, tidak hanya sekali atau dua kali, tetapi berkali-kali, sehingga pada saatnya nanti Anda akan menjadi networker sejati dengan kemampuan yang memukau prospek dan downline Anda, layaknya seorang pesulap kondang seperti Mas Dedy Corbuzier :-)
Satu contoh praktis : Dalam melakukan presentasi network marketing, awalnya Anda mungkin kesulitan melakukannya, sekalipun sudah ada petunjuk jelas dan contoh dari upline Anda. Anda harus mencoba dan terus mencoba, setiap kegagalan akan memberi pelajaran untuk Anda dan membuat Anda mampu melakukan lebih baik lagi.
Penting untuk diingat : "Lakukan terus dan terus, meskipun pernah gagal. Jangan sia-siakan pelajaran mahal dari kegagalan sebelumnya."
Umumnya pada presentasi lebih dari 5 kali, Anda akan menjadi seorang presenter yang handal, Anda akan bisa melakukan pertunjukan sulap yang memukau, seperti upline-upline Anda yang telah sukses, begitu hebatnya melakukan presentasi, demikian pula Anda kelak. Anda akan tahu pasti bagaimana setahap demi setahap memberikan penjelasan terbaik dan memastikan sebagian besar prospek Anda bergabung dalam bisnis Anda.
Tambahan, untuk melakukan Presentasi siapkan 3 hal :
  1. Pembukaan : menyiapkan prospek mau serius mendengar,
  2. Penjelasan : penjelasan bisnis secara singkat dan jelas,
  3. Penutup : Membantu prospek mengambil keputusan "YA".
Selamat mencoba dan mencoba, Salam sukses!!!
----------------------------
Forward Artikel : Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif
Beberapa waktu yang lalu, saya menerima email yang dikirimkan oleh salah seorang teman pebisnis network-marketing. Email tersebut berisi sebuah artikel yang menurut saya sangat bermanfaat untuk meningkatkan sikap mental dalam menjalankan bisnis network-marketing. Artikel tersebut telah banyak beredar sebagai email yang dikirimkan secara berantai. Sayangnya, saya tidak mengetahui siapa penulis artikel tersebut. Jika ada yang mengetahui sumber ataupun nama penulis artikel tersebut, silahkan menghubungi saya supaya penghargaan yang sepantasnya dapat diberikan kepada penulis artikel yang sangat bermutu ini. Semoga artikel di bawah ini bermanfaat bagi teman-teman sekalian.
Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif
Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus.Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya. Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.
  • Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel.Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."
  • Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu." Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu".
  • Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."
Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.
Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu." Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.
Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.
Misalnya,
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.
Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif. Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
  • Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur,akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
  • Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.
Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain.
Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.
Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk," atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri.Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif,kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita."
Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai
Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam.Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.
Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.
Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.
------------------------------





Membangun Organisasi Network-Marketing Dengan Teknik ABC
Jika Anda baru bergabung dengan sebuah bisnis network-marketing, Anda akan diminta untuk menuliskan sebuah daftar berisi nama orang-orang yang dikenal baik teman, saudara, keluarga, kolega, teman kantor, dan sebagainya. Kemudian, Anda diminta untuk menghubungi orang-orang tersebut untuk menceritakan kesempatan bisnis yang Anda tawarkan. Metode tersebut adalah metode yang telah dipraktekkan selama lebih dari setengah abad. Walaupun metode tersebut cukup sederhana, tetap saja hanya segelintir orang yang berhasil melakukannya dengan sukses.
Kalau begitu, bagaimana caranya untuk meningkatkan tingkat keberhasilan dalam merekrut di bisnis network-marketing?
Supaya tingkat keberhasilan merekrut dapat meningkat, Anda harus menyadari bahwa kegiatan merekrut adalah sebuah proses yang terdiri dari beberapa bagian :
Satu, Anda menawarkan sebuah kesempatan bisnis, sebuah kesempatan untuk menjadi boss.
Dua, Anda menawarkan kesempatan untuk bergabung dengan sebuah perusahaan network-marketing.
Kedua tahap di atas harus Anda lewati dengan benar sebelum Anda dapat mengajak prospek Anda untuk bergabung dalam bisnis network-marketing yang Anda jalankan.
Berapa persen dari orang-orang yang Anda kenal ingin menjadi boss dan memiliki usaha sendiri?
Saya yakin, jika memungkinkan, lebih dari 85% dari orang-orang yang Anda kenal bercita-cita menjadi boss dan memiliki usaha sendiri. Artinya, jika kendala-kendala yang ada dapat diatasi, 85% dari orang-orang yang Anda kenal akan memilih untuk menjadi boss dan menjalankan bisnis sendiri daripada bekerja untuk orang lain.
Kalau begitu, mengapa tidak semua dari 85% orang yang Anda kenal tersebut menjalankan bisnis mereka sendiri? Biasanya dikarenakan oleh adanya beberapa kendala, antara lain :
Satu : Dibutuhkan modal yang besar untuk memulai sebuah bisnis.
Dua : Dibutuhkan waktu yang banyak untuk mengelola sebuah bisnis.
Tiga : Resiko untuk memulai sebuah bisnis sangat tinggi.
Empat : Tidak tahu cara untuk memulai dan menjalankan sebuah bisnis.
Dengan Teknik ABC, Anda dapat secara bertahap menawarkan bisnis network-marketing kepada prospek Anda. Dengan Teknik ABC, ke-empat kendala yang menghambat seseorang untuk menjalankan bisnis sendiri dapat ditiadakan sehingga potensi Anda untuk merekrut juga meningkat secara signifikan.
Tahap-tahap yang terkandung dalam Teknik ABC adalah sebagai berikut :
Satu, Tahap A : Hapuskan kendala-kendala yang ada.
Dua, Tahap B : Hapuskan keraguan-keraguan yang timbul.
Tiga, Tahap C : Pelajari dengan serius dan mengambil keputusan untuk bergabung atau tidak.

Tahap A : Hapuskan kendala-kendala yang ada.
Skenario : Anda dan teman sedang berbicara santai sambil minum kopi. Kemudian Anda mencoba melihat apakah teman Anda merupakan prospek yang baik untuk bisnis network-marketing. Berikut ini kira-kira adalah diskusi yang berlangsung :
Anda : Saya merasa sudah waktunya untuk saya memulai bisnis kecil-kecilan. Anda pernah berpikir untuk melakukan hal yang sama?
Teman Anda : Tentu saja. Saya sudah berkali-kali memikirkan untuk mulai menjalankan bisnis kecil-kecilan.
Anda : Mengapa tidak direalisasikan?
Teman Anda : Sulit untuk direalisasikan. Terlalu banyak kendala…. Perlu modal besar, perlu komitmen waktu yang sangat banyak, resikonya besar di tengah krisis moneter. Lagipula, saya kan seorang insinyur. Saya tidak memiliki latar belakang bisnis.
Anda : Wah, Anda salah besar. Bagaimana kalau saya tunjukkan sebuah bisnis yang bisa dimulai dengan modal kecil, bisa dijalankan secara part-time, memiliki resiko yang sangat minim. Selain itu, Anda juga akan diberikan training dan pelatihan secara gratis. Anda berminat?
Teman Anda : Kalau begitu, saya tentu berminat.
Anda baru saja mempraktekkan Tahap A dari Teknik ABC. Pada tahap ini Anda memaparkan potensi yang ditawarkan oleh bisnis network-marketing, tanpa menyebutkan kata-kata network-marketing maupun MLM.
Tahap B : Hapuskan keraguan-keraguan yang ada.
Pada tahap ini, Anda mulai menyebut istilah “network”, “jaringan” ataupun “multi-level”. Biasanya pada tahap ini, Anda akan mengetahui apakah seorang prospek itu antusias terhadap bisnis network-marketing atau tidak.
Ada beberapa tipe prospek pada Tahap B Teknik ABC. Tipe-tipe meraka adalah :
Tipe Skeptis, yaitu orang-orang yang berpikiran bahwa network-marketing itu adalah penipuan sejenis penggandaan uang, money game dan sebagainya.
Tipe Netral, yaitu orang-orang yang pernah secara sepintas mendengar tentang beberapa perusahaan network-marketing yang besar, akan tetapi tidak pernah secara serius mempelajari bisnis ini.
Tipe Potensial, yaitu orang-orang yang berminat untuk memempelajari lebih lanjut mengenai bisnis network-marketing.
Di Tahap B, Anda bertujuan untuk menghapuskan keraguan-keraguan pada benak prospek Anda dengan memberikan informasi yang tepat dan benar tentang bisnis network-marketing. Informasi-informasi tersebut mungkin berupa artikel-artikel yang ditulis oleh beberapa selebriti maupun tokoh masyarakat. Tujuan dari Tahap B adalah untuk mempresentasikan bisnis network-marketing secara umum sebagai bisnis yang legal, dan berpotensi tinge dengan resiko rendah, dan bukan untuk mempromosikan bisnis atau perusahaan network-marketing yang Anda jalankan.
Jika Anda bertemu dengan Tipe Skeptis ataupun Tipe Netral, kemungkinan Anda untuk berhasil melewati Tahap B dengan sukses cukup terbatas. Hal ini dikarenakan Tipe Skeptis telah memiliki cara pandang tentang industri network-marketing yang sulit di hapus. Sedangkan untuk Tipe Netral, kemungkinan mereka tidak tertarik dikarenakan oleh alasan-alasan lain.
Jika Anda bertemu dengan Tipe Potensial, Anda dapat melewatkan Tahap B dan langsung memasuki Tahap C.
Tahap C : Pelajari dengan serius dan mengambil keputusan untuk bergabung atau tidak.
Pada Tahap C Teknik ABC, Anda memberikan materi presentasi mengenai perusahaan network-marketing yang Anda jalankan. Selain itu, Anda juga perlu menjelaskan mengenai beberapa produk utama dan business-plan dari perusahaan network-marketing yang Anda jalankan. Setelah itu, barulah Anda mengajak prospek Anda untuk mengambil keputusan untuk bergabung.
Kunci utama dari keberhasilan merekrut dan mengembangkan organisasi network-marketing bukanlah dari meyakinkan prospek mengenai potensi bisnis network-marketing, tetapi dari mengajak prospek-prospek untuk melihat dan mempelajari bisnis network-marketing. Biasanya setelah seorang prospek secara serius melihat dan mempelajari bisnis network-marketing, ia akan tergerak untuk mencoba untuk menjalankannya.
Teknik ABC yang diterapkan secara baik akan meningkatkan rasio orang-orang untuk melihat dan mempelajari bisnis network-marketing secara serius. Semakin banyak orang-orang yang berhasil Anda ajak untuk mempelajari bisnis network-marketing, semakin tinggi juga keberhasilan proses rekruting dalam mengembangkan organisasi bisnis network-marketing Anda.
--------------------------------------

Kegagalan di Network-Marketing : Salah Siapa???
“90% dari pelaku bisnis network-marketing (MLM) mengalami kegagalan.” Saya yakin Anda telah berkali-kali mendengar pernyataan tersebut dilontarkan oleh orang-orang di sekitar Anda, baik dari orang yang menjalankan bisnis network-marketing, maupun yang tidak menjalankannya. Jika 90% orang yang menjalankan bisnis network-marketing mengalami kegagalan, penyebabnya apa? Salah siapa?
Ada beberapa penyebab utama mengapa 90% dari pelaku bisnis network-marketing mengalami kegagalan. Kadang-kadang kesalahan memang dapat dilimpahkan kepada perusahaan network-marketing yang tidak beritikad baik. Akan tetapi, tidak jarang juga, kesalahan berada di pihak distributor yang mengalami tersebut.
Di bawah ini saya cantumkan beberapa faktor utama penyebab kegagalan di bisnis network-marketing :
Satu : Distributor yang “Nafsu Besar, Usaha Kurang”,
Dua : Distributor yang Kutu Loncat,
Tiga : Distributor yang menjadi Gudang Penimbunan Produk,
Empat : Distributor yang anggota NATO,
Lima : Distributor yang terlalu cepat “Say Good Bye”.
Mungkin Anda sedikit bingung dengan faktor-faktor penyebab kegagalan di network-marketing yang saya sebutkan di atas. Penjelasan atas ke-lima faktor utama yang menyebabkan kegagalan di bisnis network-marketing akan saya uraikan dalam artikel-artikel tersendiri.
Sesudah membaca artikel-artikel tersebut, renungkanlah dan pelajarilah apakah kegagalan di bisnis network-marketing secara mutlak merupakan kesalahan perusahaan network-marketing? Mungkinkah si distributor sendiri adalah penyebab utama kegagalannya di bisnis network-marketing?
--------------------------------------

Mau Sukses di Network-Marketing? Jangan Nafsu Besar, Usaha Kurang!!
Banyak sekali distributor network-marketing yang tidak menjalankan bisnisnya dengan serius. Mungkin penyebabnya adalah “barrier of entry” yang relatif rendah. Orang dapat dengan mudah menjadi distributor sebuah perusahaan network-marketing hanya dengan membayar biaya registrasi yang relatif murah, antara Rp.50 ribu s/d Rp.250 ribu.
Biaya bergabung yang relatif murah mengakibatkan banyak distributor tidak menganggap network-marketing sebagai bisnis yang serius. Bahkan, tseringkali seorang distributor tidak menganggap network-marketing itu sebagai sebuah bisnis. Mungkin saja network-marketing dianggap sebagai sebuah hobi yang bisa membuat dia menjadi kaya tanpa bekerja keras.
Segera sadari bahwa network-marketing adalah sebuah bisnis yang serius. Banyak proses pembelajaran dan investasi yang harus dilakukan supaya dapat membuahkan hasil yang menggembirakan.
Jika Anda ingin sukses di network-marketing, Anda harus mempelajari ilmu-ilmunya. Seorang dokter harus menginvestasikan banyak waktu dan biaya untuk sekolah agar bisa membuka praktek, kemudian harus sekolah dan belajar lagi supaya bisa menjadi dokter spesialis.
Di network-marketing, Anda juga harus banyak belajar supaya bisa sukses. Bedanya adalah, ilmu untuk mencapai kesuksesan di network-marketing diperoleh dari banyak membaca, mengikuti pelatihan & training, dan mempraktekkan ilmu-ilmu yang dipelajari secara konsisten. Dengan melakukan hal-hal tersebut, Anda secara konsisten dan perlahan-lahan akan menjadi seorang network-marketer yang sukses.
Jadi, kalau Anda harus membayar Rp.50 ribu untuk mengikuti sebuah seminar/training supaya bisa sukses di network-marketing, jangan ragu-ragu untuk segera membayar dan mendaftarkan diri Anda. Jangan malas untuk membaca artikel-artikel (seperti artikel-artikel di Networker-Indonesia.com).
Jika Anda tidak mau menginvestasikan Rp.50 ribu untuk mengikuti training ataupun membeli buku, ataupun meluangkan 15 menit dari waktu Anda untuk membaca artikel-artikel yang berhubungan dengan network-marketing, bagaimana Anda bisa mengharapkan untuk sukses?
Penjelasan tentang “Distributor yang Kutu Loncat” segera menyusul dalam artikel berikut.
---------------------------------------
Mau Sukses di Network-Marketing? Jangan Jadi Anggota NATO!!
Ada kemungkinan besar, salah satu penyebab utama kegagalan di bisnis network-marketing adalah distributor yang NATO. Yang saya maksud dengan NATO bukanlah North Atlantic Treaty Organisation (Pakta Pertahanan Atlantik Utara). NATO yang saya maksud adalah No Action, Talk Only. Bahasa gaulnya, OmDo, atau Omong Doank.
Banyak orang yang bergabung dengan bisnis network-marketing mengharapkan hasil yang muluk-muluk. Banyak yang berpikiran bahwa untuk sukses di network-marketing, seorang distributor hanya perlu mencari sebanyak-banyaknya downline ataupun orang-orang yang akan menjual produk untuk mereka. Bahkan, seringkali banyak yang berpikiran bahwa upline-nya akan membangun organisasi network-marketing untuk mereka.
Tidak jarang juga, seorang distributor gagal mencapai sukses di network-marketing karena alasan yang klasik, yaitu MALAS. Distributor yang malas mengharapkan bisa mendapatkan hasil yang berlimpah dan kebebasan finansial, tetapi tidak bersedia untuk melakukan hal-hal yang dibutuhkan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Sudah berapa sering Anda mendengar dari seorang yang mencoba merekrut Anda tentang iming-iming yang serba indah dan mudah untuk sukses di bisnis network-marketing? Jika Anda memprospek distributor dengan iming-iming yang tidak realistis seperti “Kami akan membangun organisasi untuk Anda”, “Anda bisa mendapatkan Rp.20 juta per bulan tanpa perlu bekerja mati-matian”, dan sebagainya, maka Anda akan mendapatkan distributor-distributor yang malas dalam organisasi network-marketing Anda.
Semakin sering Anda mempromosikan bisnis network-marketing Anda dengan janji-janji surga yang tidak realistis, maka semakin banyak juga Anda akan mendapatkan distributor-distributor malas yang ingin mendapatkan hasil besar tanpa harus bekerja keras.
Jika hal di atas berlanjut terus, ujung-ujungnya adalah Anda akan mengalami kegagalan dalam bisnis network-marketing yang Anda jalankan.
Ingatlah, untuk sukses di network-marketing, dibutuhkan banyak pengorbanan. Jika Anda tidak bersedia berkorban (atau melakukan investasi yang dibutuhkan), bagaimana Anda bisa berharap untuk sukses di bisnis network-marketing ini?
Penjelasan tentang “Distributor yang terlalu cepat “Say Good Bye”” segera menyusul dalam artikel berikut.
-----------------------------------
Mau Sukses di Network-Marketing? Don’t Say Good Bye!!
Walaupun mengandung pernyataan yang rada-rada romantis, judul di atas bukanlah lagu Top 40 Love Song dari Backstreet Boys (atau Westlife… hehe). Yang saya maksud dengan “Don’t say good bye” adalah “Don’t Quit”, atau “Jangan Menyerah”. Bisnis network-marketing mungkin adalah satu-satunya bisnis yang menganut hipotesa sebagai berikut : “Jika Anda telah gagal cukup lama di network-marketing, Anda pasti berhasil.” Maksudnya apa?
Di network-marketing, Anda tidak mungkin gagal. Anda hanya bisa menyerah kalah. Mungkin hasil yang Anda dapatkan dari network-marketing tidak sebesar yang Anda harapkan pada tahap-tahap awal. Akan tetapi proses duplikasi yang tetap Anda jalankan akan mengakibatkan peningkatan hasil yang eksponensial seiring dengan berlalunya waktu.
Untuk mendapatkan studi kasus atas hipotesa di atas, silahkan baca artikel di bawah ini :
Sadarilah sekarang juga bahwa network-marketing adalah sebuah konsep bisnis yang telah terbukti. Anda hanya perlu memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan network-marketing yang mana. Setelah itu, jalankanlah dengan konsisten dan sepenuh hati. Jika Anda menjalankan bisnis network-marketing dengan pengetahuan, komitmen, konsistensi, saya yakin hasilnya akan setimpal dengan usaha yang Anda tanamkan.
Semoga sukses.
-----------------------------------------


Gagal Dan Berhasil Di MLM
Seringkali kita melihat ada rekan-rekan yang bisa berkembang besar di sebuah MLM, sementara lainnya gagal di MLM yang sama (ataupun yang lain). Mengapa? Ada beberapa point yang ingin saya bagikan : Untuk bisa berhasil dan mencapai sukses, diperlukan suatu kepribadian tertentu untuk mencapainya. Tanpa kepribadian ini, mustahil untuk bisa sukses.
Proses belajar di MLM termasuk “pengembangan kepribadian”, yang memberikan anda kepribadian yang diperlukan untuk berhasil. Mengapa seorang distributor yang latar belakangnya biasa-biasa saja, bahkan dari kalangan menengah ke bawah, bisa cepat berhasil, sementara distributor lain perlu waktu jauh lebih lama, atau bahkan ada distributor yang gagal?
Jawabannya sederhana: distributor yang cepat berhasil tentu saja lebih cepat membentuk kepribadiannya sendiri sesuai dengan persyaratan yang diperlukan untuk berhasil. Yang lebih lambat suksesnya (pencapaian peringkat dan pendapatan tertentu) melakukan pembentukan ini dalam jangka waktu yang lebih panjang. Distributor yang gagal tidak belajar sama sekali. Tapi satu hal yang pasti: tidak ada distributor yang pasif bisa berhasil dalam waktu singkat. Itu sebabnya program pelatihan menjadi nyawa dari sebuah MLM. Tanpa support system, mustahil sebuah MLM bisa bertahan lama. Dan saya tidak pernah percaya pada distributor yang hanya mau kerja tanpa belajar, tapi minta peringkat dan pendapatan tinggi.
Tidak pernah ada distributor yang gagal di MLM. Sekaligus saya meralat istilah “gagal” yang saya gunakan di atas. Sengaja saya cantumkan istilah tersebut untuk persamaan istilah antara saya dan anda, dan saya luruskan di sini. Tidak ada distributor yang gagal. Yang ada adalah distributor yang berhenti sebelum mencapai keberhasilan. Seringkali distributor berhenti (dan dia mengaku gagal) justru setelah: mencapai peringkat tertentu (biasanya tidak terlalu tinggi, tetapi sudah naik peringkat), mencapai tingkat penjualan atau pendapatan tertentu, atau malas (biasanya terpengaruh lingkungannya).
Selama seorang distributor mau terus berjuang, jaringan yang jatuh bangun adalah hal yang lumrah, dan dia selalu punya kesempatan untuk berhasil. Tergantung kapan dia berhasil membentuk pribadinya sesuai dengan yang diperlukan.
Tingkat kegagalan distributor aktif (sekali lagi saya ulangi: distributor aktif, bukan distributor yang sekedar bergabung) amat sangat rendah sekali dibandingkan dengan bidang lain apa pun di dunia ini. Sekali lagi, tidak pernah ada kata gagal. Bila terus berjuang pasti berhasil.
Distributor aktif yang “gagal” sebenarnya hanya menyerah sebelum menang, dan seringkali kemenangan sudah ada di depan mata, tetapi dia tidak sadar. Saya berikan beberapa contoh statistik tanpa angka persen (karena tidak saya hitung).
Satu, Sebagian besar (mayoritas) hanya bergabung tanpa mau menekuni bisnisnya
Mereka terbagi dalam 2 kategori, yaitu yang tidak pernah mencoba produk atau sekalipun ikut training dan yang pernah mencoba menawarkan tanpa prosedur, ditolak dan lalu menyerah.
Dua, Sebagian kecil menjalankan bisnisnya, walaupun hanya beberapa saat
* Ada yang tidak banyak (bahkan nihil) dalam mengikuti training/seminar. Ujung-ujungnya pasti good-bye.
* Ada yang sempat menjalankan, tetapi tidak yakin bahwa MLM adalah sebuah bisnis. Bisnis MLM-nya ditinggal karena takut mengganggu pekerjaannya sebagai pegawai walaupun bonus yang diterima sudah lebih besar daripada gajinya.
* Ada yang tidak merasa bahwa ini adalah bisnisnya sendiri, bukan bisnis upline-nya. Mereka keluar setelah berselisih paham dengan upline atau biasanya (yang paling dibenci upline) adalah melemparkan tanggung jawab atas jaringannya sendiri kepada upline-nya. Ingatlah: toko boleh benci supplier-nya, tapi bisnis jalan terus!
* Ada yang sempat menawarkan ke beberapa orang (kurang dari 10 orang), banyak gagalnya (bahkan semuanya), langsung menilai bahwa bisnis MLM-nya jelek.
* Sebagian lainnya berhasil memiliki pendapatan jutaan rupiah per bulan, di atas rata-rata gaji pegawai. Bahkan banyak yang dalam hitungan puluhan bahkan ratusan juta per bulan.
Kita bandingkan dengan data dunia yang paling umum, yaitu data pegawai :
  1. Hanya ada 1 orang manager yang memimpin sekelompok pegawai. Sebelum manager ini keluar, dipecat atau meninggal, bawahannya tidak bisa menggantikannya. Inilah sistem piramid perusahaan yang diterima semua orang. (MLM yang bukan piramid malah dianggap piramid. Anda bisa naik peringkat menyamai atau bahkan melebihi upline anda.)
  2. Lebih dari 90% pegawai tidak pernah merasakan naik pangkat. Lebih dari 80% distributor aktif (di atas 2 tahun) di MLM sudah pernah naik peringkat.
  3. Yang pernah naik pangkat, lebih dari 95% tidak pernah merasakan jabatan direktur.
  4. Lebih dari 95% pegawai tidak pernah merasakan penghasilan di atas Rp.10 juta per bulan. Di MLM, angka ini lebih dari 25% distributor aktif di atas 5 tahun.
  5. Sebuah perusahaan bisa memiliki puluhan ribu pegawai, tetapi hanya bisa memiliki 1 orang CEO (Chief Executive Officer). Di MLM, jumlah peringkat setara Diamond Director (atau istilah sejenis) bisa tak terbatas jumlahnya.
  6. Seorang CEO terpontang-panting bekerja memenuhi beban kerja yang luar biasa, tidak bisa merasakan hidup enak bersama keluarga (waktunya full untuk perusahaan). Seorang Diamond Director hidup tenang bersama keluarga tanpa beban, pendapatan tetap diterima makin banyak walaupun tidak bekerja.

Bila dibandingkan dengan dunia bisnis konvensional:
  1. Hukum Marketing : hanya ada 3 merk teratas yang terus diingat orang. Contoh: untuk mie instan, yang diingat biasanya adalah Supermie, Indomie dan Sarimi. Untuk handphone: Nokia, Ericsson, Motorola. Softdrink cola: Coca-cola, Pepsi Cola, RC Cola. Di MLM, selama anda aktif, nama anda akan terus diingat rekan kerja anda (bahkan crossline sekalipun). Peringkat Diamond qualified ke atas bahkan hampir tidak pernah dilupakan.
  2. Lebih dari 90% toko tidak pernah berkembang. Di MLM, minimal 50% distributor aktif sudah mencapai peringkat setara Manager atau lebih setelah minimal 3 tahun.
Bisa kita lihat, bahwa bisnis MLM tetap masih lebih mudah untuk dijalankan bila mengikuti sistem yang diberikan, dan jangan pernah meragukan potensi bisnis MLM.
See you at the top!
---------------------------


Apakah Anda Realistis di Network-Marketing??
Hampir setiap orang memiliki alasan yang berbeda-beda untuk bergabung menjadi distributor sebuah perusahaan network-marketing. Salah satu alasan paling dominan yang mendorong seseorang untuk menjadi distributor sebuah perusahaan network-marketing adalah keinginan untuk mencapai kebebasan finansial.
Untuk para distributor yang berusaha mencapai kebebasan finansial melalui bisnis network-marketing, alat ukur paling penting dalam mengukur keberhasilan adalah besarnya income yang diperoleh setiap bulannya dari bisnis network-marketing yang dijalankannya. Semakin besar income yang diperoleh, semakin dekat pulalah seorang distributor dengan kebebasan finansial yang ingin dicapainya.
Namun demikian, seringnya salah kaprah mengenai income yang dapat diperoleh dari bisnis network-marketing juga mengakibatkan banyak distributor mengundurkan diri dari bisnis ini dalam waktu yang sangat singkat setelah menanda-tangani formulir pendaftaran distributor.
Mengapa??

Salah satu alasan paling utama yang menyebabkan seorang distributor mengundurkan diri dari bisnis network-marketing adalah harapan yang tidak realistis dalam menjalankan bisnisnya.
Sudah merupakan hal yang wajar dalam kegiatan prospekting, seorang distributor menggambarkan potensi income luar biasa yang dapat diperoleh seorang network-marketer yang sukses. Akan tetapi, dalam menggambarkan potensi income yang luar-biasa tersebut, seringkali seorang sponsor lupa (ataupun sengaja melupakan) untuk menginformasikan bahwa dibutuhkan investasi waktu yang relatif panjang (mungkin antara 2 s/d 3 tahun) sebelum seorang distributor dapat merealisasikan income yang besar dari bisnis network-marketingnya.
Banyak distributor baru yang berpendapat bahwa income yang besar dari bisnis network-marketing dapat diperoleh hanya dalam waktu singkat. Akibatnya, jika dalam waktu singkat mereka tidak memperoleh income yang besar tersebut, mereka merasa gagal, kemudian menyerah dan mengundurkan diri dari bisnis network-marketing.
Tanyalah diri Anda sendiri : “Apakah saya realistis tentang target waktu pencapaian kebebasan finansial dari bisnis network-marketing yang saya jalankan?
Seorang bayi tidak bisa langsung berlalu begitu dilahirkan.
Seorang petani tidak bisa langsung mengharapkan untuk bisa panen satu minggu setelah menyemai bibit padi.
Seorang pe-golf tidak bisa langsung mengharapkan untuk bisa memenangkan PGA Golf Championship dalam waktu sebulan sejak mulai memegang stik golf.
Seorang dokter tidak bisa langsung menjadi spesialis penyakit saraf segera setelah lulus sekolah kedokteran.
Seorang pelukis tidak bisa langsung menjadi terkenal dan dapat menjual lukisannya dengan harga mahal.
Tapi, sering kali seorang distributor network-marketing berharap bisa mendapatkan income Rp.30 juta sebulan dalam waktu 3 bulan setelah mengisi formulir pendaftaran distributor. Dan jika target tersebut tidak tercapai, seringkali dia akan menyerah dan mengundurkan diri dari bisnis network-marketing. Seringkali, orang-orang inilah yang kemudian menjelek-jelekkan bisnis network-marketing kepada orang-orang lain.
Dalam kegiatan merekrut, Anda sebagai seorang distributor network-marketing yang etis dan bertanggung jawab harus menjelaskan kepada prospek bahwa bisnis network-marketing adalah sebuah bisnis jangka panjang. Selain investasi waktu, seorang distributor baru harus menginvestasikan usaha yang tidak sedikit untuk dapat sukses di bisnis ini.
Kepada prospek dan calon distributor baru, Anda perlu menyampaikan secara jelas bahwa pada tahun pertama dan tahun kedua, income dari bisnis network-marketing kemungkinan besar masih belum memungkinkan seseorang itu mencapai kebebasan finansial yang dicita-citakan.
Tahun pertama dan tahun kedua adalah saat dimana seorang distributor baru belajar mengenai sistim bisnis network-marketing, meletakkan pondasi, dan melakukan investasi dalam mengembangkan sebuah bisnis network-marketing.

Tekankanlah pada distributor baru Anda bahwa bisnis network-marketing bukan sebuah pekerjaan part-time, melainkan adalah sebuah BISNIS dengan modal dan resiko kecil, tetapi berpotensi memberikan income luar-biasa jika dijalankan dengan benar.
Dengan demikian, mudah-mudahan jaringan bisnis network-marketing Anda dapat berkembang dengan kokoh tanpa banyak distributor yang gampang menyerah kalah.
-------------------------------



Keyakinan Yang Membawa Hasil
Untuk menggapai kesuksesan dalam suatu usaha dibutuhkan satu sikap yang sangat penting, yaitu keyakinan terhadap apa yang kita lakukan atau kita jalani. Demikian juga sebagai networker, apabila kita sendiri tidak yakin dengan perusahaan tempat kita bergabung, maka tidak seorang pun yang dapat kita yakini.
Sebagai contoh, apabila anda adalah seorang laki-laki, kemudian ada seorang yang berkata kepada anda bahwa anda itu adalah wanita. Tentu dengan lantang anda akan berkata saya laki-laki. Kemudian ada 10 orang yang mengatakan bahwa anda wanita, dengan tegas anda menjawab bahwa anda laki-laki. Bagaimana kalau yang mengatakan hal tersebut 100 orang bahkan 1.000 orang? Anda tidak perlu pulang ke rumah, masuk ke kamar kecil dan memeriksa apakah sebenarnya anda itu laki-laki atau wanita. Karena sudah pasti anda itu laki-laki. Demikianlah sikap yang harus anda miliki sebagai networker.
Situasi yang dihadapi oleh para networker dapat dianalogikan dengan situasi dimana pada suatu waktu semua orang percaya bahwa bumi adalah pusat dari tata surya dan bentuknya adalah datar. Pada saat ilmuwan Nicolas Copernicus mengatakan bahwa matahari adalah pusat dari tata surya dan Christopher Columbus berusaha meyakinkan orang bahwa bumi adalah bulat. Reaksi masyarakat pada waktu itu adalah mengatakan kedua orang ini adalah orang gila. Tapi hal ini tidak menyurutkan keyakinan mereka.
Demikian juga dengan apa yang sering kita alami, karena bisnis jaringan seperti membalikkan paradigma yang sudah ada saat ini, bahwa bisnis itu harus bermodal besar, kalau dibawah Rp100juta, tidak akan dipandang. Harus ada karyawannya, ada kantornya dan lain sebagainya. Orang masih curiga terhadap bisnis jaringan dan tidak percaya bahwa dia bisa berhasil serta mensejahterakan orang lain.
Akan sangat susah bagi anda untuk melawan arus tersebut apalagi kalau keyakinan yang anda miliki tidak besar.
Banyak sekali fasilitas yang kita miliki saat ini lahir dari suatu keyakinan besar untuk melawan arus :
  • Anda tidak bisa berpergian dengan nyaman dan cepat dengan pesawat terbang seandainya Wright bersaudara tidak tahan terhadap cemoohan orang mengenai logam yang berat jenisnya lebih besar dari udara dapat melayang.
  • Anda tidak bisa berkomunikasi dengan nyaman lewat telepon seandainya Alexander Graham Bell tidak tahan terhadap cemoohan orang bahwa mana mungkin bisa mengantar suara orang lewat udara.
Jadi, bila anda mau berhasil, tingkatkanlah keyakinan anda, ambil kamus dan hilangkan kata tidak mungkin (impossible) dari dalam kamus atau benak anda.

Sampai jumpa di puncak sukss.
-----------------------------------



Apakah Anda Cukup Ngotot di Network-Marketing?
Salah satu kunci sukses paling utama di bisnis network-marketing adalah motivasi yang kuat. Tanpa motivasi yang kuat, seorang distributor akan mudah patah semangat selama menjalankan bisnis network-marketing. Tanpa motivasi yang kuat, seorang distributor yang mengharapkan income besar dari bisnis network-marketingnya mungkin akan menyerah jika tidak memperoleh income tersebut dalam waktu singkat.
Hampir semua sistim bisnis network-marketing memiliki sifat intrinsik berupa peningkatan income yang perlahan pada tahap awal, tapi meningkat secara signifikan setelah momentum tercapai. Itupun jika distributor tersebut menjalankan bisnisnya secara konsisten dan tekun.
Oleh karena itu, supaya dapat mencapai sukses di network-marketing, Anda harus memiliki motivasi yang sangat kuat dan pantang menyerah.
Bukan hanya di network-marketing Anda membutuhkan motivasi yang kuat. Semua orang yang telah mencapai sukses di bidangnya memiliki motovasi yang kuat dan tidak tergoyahkan.
Sukses tidak datang dengan seketika. Supaya bisa sukses, Anda harus memiliki motivasi yang kuat. Supaya bisa sukses, Anda harus ngotot mempertahankan keyakinan Anda.
Lihatlah contoh-contoh di bawah ini :
  1. Coca-cola hanya berhasil menjual 400 botol pada tahun pertama.
  2. Chester Carlson, penemu mesin fotokopi “Xerox” harus berjuang selama bertahun-tahun sebelum menemukan investor yang memodalinya.
  3. Thomas Alfa Edison harus mencoba hampir seribu kali sebelum menumukan bola lampu.
  4. Soichiro Honda harus berjuang bertahun-tahun sebagai insinyur sebelum menciptakan sepeda motor Honda, dan bertahun-tahun kemudian sebelum membuat mobil Honda.
  5. Pada saat kuliah, konsultan karir di kampus merekomendasikan Sylvester Stallone untuk menjadi seorang teknisi lift (elevator). Kalau saja ia tidak ngotot untuk mencoba nasib di Hollywood, mungkin tidak akan ada film-film Rocky & Rambo.
  6. Bruce Willis adalah seorang janitor (petugas kebersihan) sebelum berhasil menjadi bintang film yang sukses di Hollywood.
  7. Sebelum sukses, Jim Carrey dengan penuh keyakinan menulis cek senilai US$10 juta kepada dirinya sendiri untuk memotivasi diri. Beberapa tahun kemudian, Sony Entertainment membayar Jim Carrey US$20 juta untuk membintangi film “Cable Guy”.
  8. Deddy Corbuzier, seorang entertainer top Indonesia memulai karir dengan bayaran Rp.75 ribu untuk setiap pertunjukan. Sekarang Deddy Corbuzier memperoleh bayaran puluhan juta rupiah untuk setiap show.
  9. Bapak Sunarno, seorang distributor yang telah mencapai peringkat tertinggi pada sebuah perusahaan MLM nasional adalah seorang mantan pemulung yang sekarang telah mencapai income puluhan juta per bulan dari bisnis MLM-nya.
Apa persamaan orang-orang di atas??? Tak lain tak bukan adalah adanya motivasi yang kuat untuk menjadi sukses dan sikap ngotot dan pantang menyerah. Biarpun mereka belum mencapai kesuksesan yang diinginkan, mereka tidak pernah meragukan bahwa suatu hari mereka akan mencapai sukses tersebut.
Mungkin saat ini Anda belum mencapai income sebesar yang Anda inginkan.
Mungkin Anda mengharapkan income Rp.1 juta per bulan tetapi sekarang Anda masih memperoleh income Rp.50 ribu per bulan.
Mungkin Anda mengharapkan income Rp.10 juta per bulan tetapi sekarang Anda masih memperoleh income Rp.500 ribu per bulan.
Mungkin Anda mengharapkan income Rp.100 juta per bulan tetapi sekarang Anda masih memperoleh income Rp.5 juta per bulan.

Yang penting adalah :
“Apakah Anda memiliki motivasi untuk tetap berjuang di bisnis network-marketing Anda?”
“Adakah keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda akan dapat mencapai target income yang Anda inginkan?”

Jika Anda menjawab “Ya” untuk kedua pertanyaan di atas, bagus sekali.
Berarti Anda hanya tinggal merealisasikannya dengan usaha dan ketekunan dalam menjalankan bisnis Anda.
-----------------------------------

Harga Naik? Siapa Takut?
Masyarakat boleh marah, stress, tertekan, sedih, bingung, atau apapun reaksi negatif yang muncul akibat naiknya harga BBM, TDL dan telpon. Tetapi distributor MLM tidak perlu bingung. Mengapa?
Mengapa kita tidak perlu merisaukan kenaikan harga BBM, TDL dan telpon? BBM disubsidi pemerintah selama ini. Dengan pemerintah kesulitan dana, tentu saja tidak bisa memberi subsidi terhadap BBM. Hal yang sama berlaku untuk listrik. Untuk telpon, Telkom sebenarnya untung, dan alasannya bisa saja kurang tepat di telinga masyarakat, tapi so what? Kenaikan harga terjadi di seluruh dunia. Hanya di Indonesia yang buat bingung. Mengapa? Karena pendapatan orang Indonesia kurang banyak. Jadi solusinya sebenarnya adalah meningkatkan pendapatan.
Mengapa pegawai selalu kalah?
Karena kenaikan gaji pegawai selalu di bawah kenaikan harga barang. Angka "inflasi nasional" boleh menunjukkan angka yang kecil, karena rumus yang entah bagaimana, digunakan untuk menghitungnya. Kalau saya pribadi, menghitungnya gampang saja. Lihat saja kenaikan harga barang, kita ambil rata-ratanya. BBM naik kurang lebih 30%. Atau kalau kita melihat sepanjang tahun 2002, mulai awal tahun sampai akhir tahun, Premium seharga Rp.1,150 naik jadi Rp.1,750. Kenaikannya adalah Rp.600, atau lebih dari 50%! Kalau melihat harga solar, dari Rp.1,440 jadi Rp.1,890, naik Rp.450, itu berarti sekitar 30%. Okelah, kita ambil angka 30% supaya tidak terlalu bingung. TDL juga naik 10% sebanyak 4 kali sepanjang tahun kemarin, dan akan diulangi persis sama sepanjang tahun ini. 10% bila dilakukan 4 kali, itu menghasilkan angka 46% (saya sudah hitung di kalkulator). Telpon naik 33%. Harga-harga kebutuhan lain, naik kurang lebih sama. Ada yang 20%, ada yang 50%, entahlah. Terlihat, rata-rata kenaikan harga barang adalah 30%.
Nah sekarang kita lihat kenaikan gaji pegawai. Pernahkah ada kenaikan gaji sebesar 30% di luar alasan khusus (naik pangkat, nepotisme, prestasi khusus, dsb)? Rata-rata kenaikan gaji adalah 20% maksimal, terjadi hanya 1 tahun sekali. Jelas saja, kalau kenaikan gaji di bawah "inflasi" (versi saya), itu berarti makin lama seseorang bekerja sebagai pegawai, makin dia jadi orang miskin, bukannya jadi kaya.
Bagaimana dengan menabung?
Sama parahnya. Bunga deposito tertinggi hanya 14%. Rata-rata bank memberi sekitar 10%-12%. Deposito valas malah hanya 3%. Inflasi nasional saja belasan persen. "Inflasi" versi saya malah jatuh di angka 30%. Ini membuat "menabung" menjadi kegiatan investasi terjelek dan membuat penabung makin miskin juga.
Demo saja untuk menaikkan gaji! Bisa?
Of course not! Gaji adalah biaya yang harus ditekan. (Makanya, jangan jadi pegawai, yang pendapatanya merupakan biaya orang lain yang harus diminimalkan). Kalau gaji dinaikkan, harga produk akan ikut naik, dan itu kembali lagi ke para pegawai (tercekik lagi deh...).
Bagaimana kalau demo untuk memperluas lapangan kerja?
Yang membuka lapangan kerja adalah swasta, bukan pemerintah. PNS sudah terlalu banyak, sampai-sampai pekerjaan 1 orang dikerjakan 10 orang. Masih kurang baik? Pemerintah sudah "kelenger" membayar gaji PNS, sampai tekor tiap bulan.
Solusinya apa?
Bisnis sendiri dong! Itu sebabnya saya pribadi menjalankan bisnis MLM secara fulltime, karena saya tidak mau pendapatan saya ditentukan orang lain, yang kenaikannya selalu di bawah inflasi. Memang, bisnis tidak harus selalu MLM. Tapi MLM memberi jalan pintas bagi kita untuk masuk ke dunia bisnis dengan biaya murah. Itu sebabnya saya memilih bisnis MLM, yang bebas dari resiko bangkrut maupun resiko-resiko lain. Resiko terjelek di bisnis MLM hanya: prospek membohongi kita, tidak mau menemui kita. Yang mau kita temui, belum tentu gabung. Yang gabung belum tentu jalan. That's it! Kita tidak rugi secara finansial, selain ongkos jalan dan makan.
Jadi mestinya bagaimana?
Fokuslah pada solusi, bukan pada masalah! Mulailah memiliki bisnis sendiri, dan mengapa tidak mempertimbangkan bisnis MLM?
Salam sukses,
-----------------------------------

Tiram Yang Berisi
Bergelut di bisnis network-marketing memang seperti mencara mutiara di antara tiram-tiram. Masih segar dalam ingatan kita artikel "Tiram Yang Kosong" yang ditulis oleh teman seperjuangan kita Evans Winata beberapa waktu yang lalu. Apabila anda membuka satu tiram yang ternyata kosong, segeralah tinggalkan dan carilah tiram yang lain.
Dengan ketekunan maka anda akan berhasil mengumpulkan mutiara-mutiara yang dicari. Apa yang harus anda lakukan dengan mutiara (baca: mitra kerja) yang telah terkumpul? Tentunya harus dibina supaya mereka dapat melakukan pekerjaannya dengan baik.
Tapi hati-hati dengan tugas pembinaan tersebut, jangan sampai anda melakukan kesalahan yang disebut Messiah Complex yaitu keinginan yang berlebihan untuk menyelamatkan orang lain, sehingga anda men-dedikasikan sebagian besar waktu untuk mengelola orang ini dan organisasinya.
Berdasarkan pengalaman para pakar network-marketing, cara ini tidak efektif, mengapa?
Banyak kasus, mitra kerja yang hanya sedikit meminta perhatian dan bantuan dari anda adalah mereka yang sukses dan menberikan kontribusi yang besar. Sedangkan mereka yang selalu minta perhatian, merengek, mengeluh adalah yang akan terpental dikemudian hari.
Jangan merasa kecewa, bergembiralah, apabila mitra kerja anda yang baru menyelesaikan pelatihan mereka dan bekerja tanpa menghubungi anda setiap hari dan menenyakan kepada anda semua hal yang harus mereka kerjakan.
Janganlah menggenggam mutiara yang anda temukan terlalu lama, segeralah mencari mutiara yang lain.

Sampai jumpa di puncak sukses!
---------------------------------

Mengapa Saya Memilih MLM?
Orang mengenal saya sebagai seorang sarjana komputer, yang pada umumnya bekerja membuat program dengan bayaran yang cukup tinggi. Saya juga menguasai beberapa bahasa asing, yang tentunya menambah "nilai jual" saya. Tetapi mengapa saya malah menekuni bisnis MLM secara fulltime?
  1. Saya tidak mau bekerja untuk uang. Daripada saya bekerja memperkaya bos, mengapa saya tidak menjadi bos yang tentunya bisa memperkaya diri saya sendiri? Memiliki bisnis sendiri pasti lebih baik daripada jadi pegawai.
  2. Saya tidak suka disuruh-suruh, walaupun dibayar. Harga diri saya terlalu mahal untuk dijual, dan saya tidak mau jual diri demi uang.
  3. Saya belajar banyak tentang hubungan manusia di bisnis MLM, dan ini tidak pernah diajarkan di sekolah.
  4. Saya belajar benar-benar berbisnis dan menghasilkan uang, bukan teori demi teori saja.
  5. Saya bisa belajar memimpin, dan orang-orang yang saya pimpin meliputi orang kalangan bawah sampai orang kalangan atas. Di mana lagi bisa didapatkan kenikmatan ini??? Kapan lagi bisa bicara di depan 4,500 orang seperti yang pernah saya alami???
  6. Saya menjadi penerjemah membantu chairman perusahaan MLM saya tanpa dibayar, dan saya senang sekali karenanya. Saya bisa memperlakukan dia sebagai rekan sederajat, bukan sebagai atasan. Saya tidak perlu takut bercanda ria atau menggodanya, karena saya bukan pegawainya. Saya pun tidak takut dimarahi kalau salah, karena dia toh tidak menggaji saya. Alasan yang sama juga saya pakai ketika saya membantu tim support system MLM saya tanpa dibayar.
  7. Kalau mau menikah dalam 3 tahun (sejak pertama kali berbisnis MLM), dimulai dari nol (tanpa memiliki apa-apa), harus beli mobil, rumah, pesta, honeymoon, mana bisa kalau jadi pegawai???
  8. Saya bisa berpacaran dengan rekan kerja (downline) saya, dan bekerja sama saling menyemangati selama menjalankan bisnis. Kalau di perusahaan konvensional, pacaran dengan rekan sekerja sudah tidak disarankan, apalagi menikah (salah satu harus keluar). Di MLM, saya bisa menikah dengan downline saya, dan bisnis saya tetap tumbuh makin besar, hubungan pun makin lengket (karena kumpul lebih dari 8 jam setiap hari, dibandingkan dengan orang lain yang hanya kumpul waktu weekend atau hanya beberapa jam setiap hari).
  9. Saya bisa mengalahkan orang yang mengajak saya (upline saya), baik dari segi pendapatan, peringkat maupun omzet. Di tempat lain, bawahan pasti selalu kalah dengan atasan (skema piramid).
    10. Saya bisa kaya dengan membantu upline saya lebih kaya, karena upline saya juga membantu saya agar bisa kaya. Di perusahaan biasa, pegawai hanya memperkaya bos tanpa punya kesempatan dirinya sendiri bisa kaya. Sejarah menunjukkan: pegawai tidak pernah kaya. Orang terkaya selalu bukan pegawai (selalu kaya dari saham). Pegawai termahal tidak seorang pun yang masuk daftar orang terkaya, berapa pun gajinya, dan semua tunjangan hilang ketika pensiun (kalau pun ada, minimal jumlahnya).
----------------------------------------------


Ketenangan Yang Membawa Hasil
Jika anda adalah seorang pemain bowling, tentulah mudah untuk memahami hal ini. Apabila anda terbawa emosi dan berusaha untuk mendapatkan score yang tinggi, anda akan berusaha melempar bola dengan sekuat tenaga. Tapi, apa yang kemudian terjadi? Permainan berantakan, anda tidak berhasil mencetak score yang tinggi. Tetapi apabila anda berusaha tenang dan berkonsentrasi, score yang didapat akan semakin baik.
Hal serupa juga berlaku dalam bisnis jaringan/network-marketing. Apabila anda terbawa emosi atau beban untuk melakukan closing, maka energi negatif akan mengalir keluar dari diri anda, dan calon prospek juga akan memberikan respons yang negatif. Akhirnya segala upaya yang telah dilakukan dalam proses mengundang dan presentasi menjadi sia-sia.
Bersikaplah tenang, rileks pada saat akan melakukan closing. Rubahlah mind-set anda, bahwa kegiatan ini adalah lebih utama untuk memberikan jalan bagi orang lain dari pada mengambil keuntungan dari pihak lain. Dengan demikian anda tidak akan gugup dan grogi.
Kalau anda bersikap positif, maka calon prospek juga akan merespon positif terhadap informasi yang anda diberikan. Dengan demikian diharapkan keberhasilan dari kegiatan persentasi yang anda lakukan akan semakin besar.
Sampai jumpa di puncak sukses.
-------------------------

Ingin Berhasil di MLM? Bantulah Orang Lain Supaya Berhasil
Pada suatu ketika ada seorang laki-laki yang sedang mendaki gunung salju. Tiba-tiba datang badai salju yang dengan segera menghapus jejak jalan yang akan ditempuhnya. Sadar akan kondisi yang buruk, lelaki tersebut berusaha mencari perlindungan supaya tidak mati beku. Namun usahanya sia-sia dan kakinya sudah mulai mati rasa. Dalam perjalannya dia tersandung oleh tubuh lelaki lain yang terbaring hampir mati beku. Lelaki itu harus mengambil keputusan dengan cepat, apakah ia akan meneruskan perjalannya dan meninggalkan orang itu ataukah ia akan menolong orang yang terkapar tersebut??
Akhirnya ia memutuskan untuk menolong lekaki tersebut. Dia berlutut, melepaskan sarung tangannya yang basah dan mulai memijit kaki orang yang terbaring itu. Secara perlahan orang tersebut mulai sadarkan diri. Kemudian mereka berdua melanjutkan perjalanan hingga mendapatkan pertolongan.
Di kemudian hari lelaki itu baru mengerti karena diberitahu, bahwa dengan menolong orang asing justru menyelamatkan nyawanya sendiri. Dengan kegiatan memijit tangan dan kaki orang tersebut, peredaran darahnya sendiri semakin lancar sehingga tangan dan kakinya sendiri menjadi hangat. Dan tangan serta kakinya yang mulai membeku akhirnya bisa sembuh.
Cerita di atas juga berlaku pada bisnis network. Kalau anda ingin berhasil, bantulah mitra bisnis anda sepenuh hati sehingga mereka menjadi mandiri. Dan pada akhirnya akan menjadi angsa bertelur emas bagi anda.
Analogi ini sepertinya mudah dipahami tetapi sulit untuk dilaksanakan karena banyak pemula yang tergoda ingin cepat sukses. Mereka mencari mitra sebanyak-banyaknya diawal. Mereka lupa perlunya proses pembimbingan dan duplikasi, setelah beberapa saat kemudian baru menyadari bahwa jaringannya telah mati tidak berkembang karena bibit-bibit baru yang bergabung tidak pernah dirawat.
Sampai jumpa di puncak sukses.
-------------------------------
Pola Pikir : Penuh Atau Kurang?
Dunia ini adalah dunia yang makmur atau dunia yang kekurangan? Kalau makmur, mengapa ada orang miskin? Kalau kekurangan, mengapa ada orang kaya?
1. Dunia ini penuh dengan uang atau kekurangan uang?
Orang yang merasa dunia kekurangan uang, mencari uang itu sulit, menjadi kaya itu sulit, seringkali benar-benar tidak bisa kaya. Sementara, orang-orang yang merasa dunia penuh dengan uang, bahwa uang bertebarang di mana-mana, tinggal ditangkap saja, atau bahwa menjadi kaya itu mudah sekali, bahkan tidak perlu melakukan sesuatu yang illegal, tetapi bisa kaya dengan mudah, akan selalu menjadi orang yang kaya raya. Koin yang sama, sisi yang berbeda, yang mana yang ingin anda lihat?
2. Dunia penuh dengan prospek atau kekurangan prospek?
Sama juga, orang yang merasa mencari prospek itu sulit, jaringannya pun kecil. Orang yang merasa bahwa mencari prospek itu mudah sekali, prospek ada di mana-mana, selama mata masih melihat adanya manusia, maka itulah prospek, biasanya jaringannya pun tumbuh dengan cepat dan besar.
3.      Dunia penuh dengan konsumen retail atau kekurangan konsumen retail?
Lagi-lagi, pandangan yang berbeda terhadap penjualan retail akan menghasilkan sesuatu yang berbeda pula. Banyak distributor yang merasa bahwa menjual itu sulit, siapa yang sanggup dan mau memakai produk kita, dan sebagainya, biasanya mengalami kebingungan dan kesulitan untuk tutup point. Sementara orang-orang yang merasa bahwa dunia penuh dengan konsumen, lagi-lagi selama mata masih memandang adanya manusia, maka merasa bisa diajak bergabung atau beli produk, maka mereka tidak pernah kesulitan untuk tutup point.
4. Dunia penuh dengan harapan atau sudah tak punya harapan?
Banyak orang merasa dunia sudah bobrok, sudah rusak, bejat semua, mencurigai semua orang, berprasangka buruk pada semua orang, biasanya hidup mereka tidak bahagia, sibuk dan pusing memikirkan sesuatu yang mereka tidak bisa mengontrol atau memiliki kuasa untuk mengendalikan. Tetapi orang-orang yang merasa bahwa dunia ini indah, penuh harapan dan rasa syukur, banyak sekali orang-orang baik yang diberikan untuk kita akan hidup lebih tentram, bahagia, dan menjadi orang-orang yang berhasil.
Salam sukses,
---------------------------------
SUPERMAN Tidak Bisa Sukses di MLM
Apakah Anda seorang SUPERMAN? Kalau YA... saya mohon maaf telah membuat judul diatas, semoga saja peluang untuk Anda lain lagi. Network Marketing adalah suatu kegiatan bisnis yang pasti melibatkan network yang mejalankan fungsi marketing. Dalam hal ini tentu saja ada “pemimpin” yang membina, mengontrol dan mengembangkan organisani jaringan tersebut. Siapakah dia pemimpinnya?... idealnya tentu saja setiap pelaku Network Marketing itu.
Membina sebuah jaringan kerja memang gampang-gampang susah.. karena dalam jaringan itu terdapat banyak pribadi yang kemauan dan kemampuannya macam-macam. Perlu keterampilan secukupnya untuk berhasil membina jaringan.
Pelaku MLM yang merasa kemampuannya kurang bagus biasanya kurang PD (percaya diri) dalam berbisnis, sehingga bisnisnya tidak berjalan dengan bagus juga. Sebenarnya menurut saya masalahnya bukan pada ketidak mampuannya, tetapi masalahnya hanya karena ketidak-PD-annya itu sendiri. Bagaimana mungkin membuat orang lain percaya jika dia tidak percaya pada dirinya sendiri. PD aja lagi... karena sikap PD itu yang akan membuat orang lain bahkan yang lebih hebat mau bergabung dalam jaringan Anda.
Kebalikannya untuk orang yang merasa kemampuannya sangat bagus justru kadang-kadang tidak percaya pada orang lain, dia merasa bisa melakukan segalanya, dan tidak percaya kalau orang lain bisa melakukannya... ini yang saya katakan sebagai superman... dan saya berani perkirakan bahwa dia juga tidak akan sukses di bisnis MLM.
Mengapa demikian?
Seorang kenalan saya yang sudah cukup lama menjalankan bisnis MLM, mempunyai kemampuan yang luar biasa, presentasinya hebat, trainingnya memukau dan banyak kemampuan lain yang membuatnya super. Sayangnya kemampuannya itu tidak mudah di duplikasikan, dia merasa bahwa jaringannya tidak bisa melakukan sebaik yang bisa dia lakukan, semua hal dilakukan sendiri, sehingga jaringannya cenderung tergantung kepadanya, memang omsetnya bisa besar, tetapi setiap dia ke luar kota... ples... omset langsung turun. Lagipula besarnya omset juga mentok pada jumlah tertentu.
Perhatikan kata “secukupnya” yang saya tuliskan di atas. Kemampuan secukupnya ditambah sikap percaya diri justru mempunyai potensi sukses yang lebih besar. Seorang Network-Marketer harus mampu menduplikasikan apa yang dilakukannya kepada downlinenya, harus bisa mendelegasikan hal-hal yang harus dilakukan downlinenya. Dan hal ini memang membutuhkan waktu... percayalah dengan jaringan Anda pasti akan besar melebihi apa yang bisa Anda lakukan sendirian.
“The Death of Superman, the Rise of SuperTeam”
-------------------------------------
Help Other People
Seperti kata-kata Presiden John F. Kennedy : “Don’t ask what your country can do for you, but ask what you can do for your country.” Sering kali orang mengharapkan hasil tanpa usaha, padahal di mana pun, ini tidak mungkin terjadi. Lotre pun perlu investasi awal untuk bisa memenangkannya dan kesempatan Anda menang hanya sepersekian kemungkinan. Bisnis network-marketing yang kita jalankan adalah bisnis kita sendiri. Lakukanlah dengan sebaik mungkin, dan hasil akan mengikuti kita. Mustahil bisa mendapatkan hasil tanpa kerja keras. Dan biasanya, tanpa kerja keras, hasil yang didapat pun tidak membuat orang bisa bekerja lebih baik. Contoh, distributor baru yang dibuat bisa menerima bonus walaupun tidak bekerja, tidak akan bekerja lebih baik setelah menerima bonus tersebut.
Salah satu hal penting yang diperlukan di bisnis ini adalah sikap. Sikap inilah yang membedakan orang yang sukses dengan orang yang gagal. Salah satu sikap yang terpenting di bisnis ini adalah belajar. Belajar tidak akan pernah berakhir, dan inilah salah satu hakikat manusia untuk hidup.
Banyak sekali orang yang tidak mau belajar, tidak mau training, tetapi mengharapkan hasil yang besar. Mana mungkin!?!?!?
Pertama-tama, memang seorang distributor biasanya didampingi oleh upline-nya untuk membuka firstline-firstline baru. Setelah itu, bila masih tidak memiliki kemampuan untuk melakukan presentasi sendiri, maka siapa yang membantu firstline tersebut untuk berkembang juga? Upline hanya akan membantu 1-2 orang yang berkomitmen (digging deep), karena bagi upline, tetap adalah 1 kaki. Jadi, kita sendirilah yang harus membantu paling banyak pada downline kita.
Itu semua bisa dicapai bila kita mau belajar, sekaligus belajar inilah yang membantu kita untuk bisa mandiri di bisnis ini. Tentu saja, karena ini bisnis kita sendiri, tidak bisa selamanya bergantung pada upline terus.
Tidak pernah ada distributor yang tidak mandiri tetapi bisa berhasil di bisnis apa pun juga.

Salam sukses,
Anda Gagal Merekrut? Inilah Penyebabnya!!!
Setiap orang yang bergabung dengan sebuah bisnis network-marketing pasti tahu bahwa kegiatan rekruting merupakan urat-nadi perkembangan sebuah jaringan network-marketing. Tanpa merekrut, jaringan bisnis Anda tidak akan berkembang sehingga mengakibatkan bonus yang Anda peroleh juga tidak meningkat. Sebagian besar distributor menganggap kegiatan rekruting sebagai salah satu kegiatan paling sulit dalam mengembangkan sebuah bisnis network-marketing.
Doug Firebaugh, seorang Top Leader industri network-marketing dari Amerika Serikat pernah mengatakan bahwa kegagalan dalam melakukan rekruting timbul karena 5 alasan utama. Kelima alasan tersebut adalah :
  1. Distributor yang tidak berkomunikasi dengan prospek : Semua distributor tahu bahwa untuk merekrut, mereka harus sering memperkenalkan bisnis network-marketing yang mereka jalankan kepada teman dan relasi. Walaupun demikian, banyak sekali distributor yang tidak melakukannya. Mengapa?
Alasan utama adalah ”Rasa Takut”.
Cara yang tepat untuk mengatasi “Rasa Takut” adalah dengan meminta bimbingan dan training dari upline supaya perlahan-lahan “Rasa Takut” tersebut dapat dihilangkan.
  1. Distributor yang kurang berkomunikasi dengan prospek : Sering kali seorang distributor menetapkan target yang terlalu rendah dalam kegiatan prospekting. Seorang distributor dalam jaringan saya bertanya, “Saya sudah melakukan presentasi 2 kali seminggu selama 2 bulan, tapi belum juga ada yang bergabung dalam bisnis network-marketing saya. Saya rasa saya tidak cocok di bisnis ini.”

Jika Anda juga mengalami hal di atas, mungkin saja “ilmu merekrut” Anda masih belum cukup. Mungkin di bulan-bulan pertama Anda masih perlu melakukan 20 presentasi untuk merekrut satu distributor. Tetapi dengan latihan yang cukup dan bimbingan dari mentor dan upline Anda, kemungkinan besar “ilmu merekrut” Anda akan meningkat secara bertahap sehingga Anda dapat merekrut satu distributor baru setiap minggu.
  1. Distributor yang tidak berkomunikasi dengan prospek yang tepat : Seringkali distributor network-marketing menghabiskan terlalu banyak waktu dengan prospek yang tidak tepat. Yang dimaksud dengan prospek yang “tidak tepat” adalah orang-orang yang tidak berminat dan juga tidak cocok untuk menjalankan bisnis network-marketing. Contohnya adalah orang-orang yang suka mengeluh, orang-orang yang gampang menyerah, orang-orang yang tidak berminat untuk meningkatkan penghasilan dan taraf hidup keluarga-nya.
Kalau begitu, bagaimana tipe prospek yang tepat?
Tipe prospek yang tepat adalah orang-orang aktif yang berpikiran positif dan selalu berusaha supaya lebih sukses. Tipe orang-orang ini seringkali bergaul dengan orang-orang sukses lainnya yang selalu berpikiran positif dan berusaha supaya lebih maju.
Supaya Anda dapat merekrut orang-orang sukses, Anda juga harus mempraktekkan kebiasaan orang-orang sukses dengan cara belajar mengembangkan kepribadian melalui training-training yang sering diadakan oleh upline dalam organisasi maupun perusahaan network-marketing yang Anda jalankan.
  1. Distributor yang tidak berkomunikasi dengan benar ke prospek : Dalam kegiatan prospekting dan rekruting, kita harus mengutamakan kepentingan prospek. Kita harus sadar bahwa peluang bisnis yang kita tawarkan haruslah sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Jangan sampai kita memaksakan kehendak kepada seorang prospek / calon distributor. Jika kita terlalu memaksakan supaya prospek bergabung dengan bisnis network-marketing kita, bisa saja mereka setuju untuk bergabung dan membayar uang keanggotaan karena segan untuk menolak. Akan tetapi, jika mereka tidak mengembangkan bisnis mereka setelah bergabung secara resmi, maka perkembangan bisnis network-marketing Anda tetap akan terhambat.
  2. Distributor yang terlalu banyak bicara : Orang-orang tertentu memiliki kebiasaan untuk terlalu banyak bicara. Seharusnya kegiatan rekruting memiliki porsi presentasi dan tanya jawab yang seimbang. Artinya : kegiatan rekruting merupakan kegiatan dua-arah. Jangan mendominasi kegiatan rekruting dengan presentasi Anda. Supaya terjadi interaksi yang sehat, ada baiknya Anda menanyakan poin-poin tertentu kepada prospek / calon distributor, atau mereka diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Jika Anda mendominasi kegiatan rekruting dengan presentasi dari Anda yang bersifat se-arah, ada kemungkinan prospek / calon distributor menjadi antipati terhadap peluang bisnis yang Anda tawarkan.
Demikianlah 5 alasan utama yang mengakibatkan gagalnya kegiatan rekruting. Mudah-mudahan dengan mengetahui penyebab kegagalan rekruting tersebut, Anda dapat menghindarinya dan semakin sukses dalam mengembangkan bisnis network-marketing Anda.
---------------------------------

Rahasia Sukses di Network-Marketing
Sudah merupakan hal yang lumrah jika orang (yang berakal sehat & waras) ingin sukses dalam bidang yang ditekuninya. Jika Anda adalah seorang praktisi pasar modal, tentu saja Anda ingin menjadi sukses di pasar modal. Jika Anda adalah seorang bankir, tentu saja Anda ingin menjadi sukses di industri perbankan. Jika Anda adalah seorang musisi, tentu saja Anda ingin menjadi sukses di dunia musik, dan seterusnya. Jadi, sangat wajar jika seorang network-marketer ingin sukses juga, bukan? Kalau begitu, apa saja “RAHASIA SUKSES” di bisnis network-marketing ini?
Rahasia Sukses No.1 : Berdasarkan pengamatan saya, rahasia sukses paling utama di bisnis network-marketing adalah : “Tingkat kesuksesan Anda berbanding lurus dengan usaha yang Anda tanamkan dalam bisnis network-marketing Anda.” Dengan kata lain, semakin tinggi usaha yang Anda tanamkan dalam bisnis network-marketing Anda, akan semaking tinggi juga bonus yang akan Anda terima.
Rahasia Sukses No.2 : Jadilah penjiplak ulung. Dalam bisnis network-marketing, Anda hanya perlu mencari tahu kegiatan-kegiatan apa saja yang telah dilakukan oleh orang-orang sukses lain dalam bisnis ini, dan tirulah apa yang mereka lakukan. Dalam industri network-marketing, upline Anda yang telah sukses sangat mengharapkan supaya Anda menjiplak apa yang telah mereka lakukan dalam mencapai sukses.
Rahasia Sukses No.3 : Bekerjalah secara tekun dan konsisten. Salah satu rahasia sukses yang paling sering ditelantarkan oleh seorang distributor network-marketing adalah konsistensi. Jalankanlah program yang telah diniatkan untuk bisnis network-marketing Anda secara konsisten. Jika Anda telah memiliki komitmen untuk melakukan 2 kali presentasi setiap minggu, janganlah mencari-cari alasan untuk tidak melakukannya. Untuk sukses di network-marketing, Anda tidak dipaksa untuk melakukan 3 kali presentasi setiap hari. Tetapi jika Anda melakukan 2 kali presentasi secara tekun & konsisten selama beberapa tahun, Anda akan mencapai sukses.
Rahasia Sukses No.4 : Perlakukan network-marketing sebagai sebuah bisnis. Jika Anda memperlakukan network-marketing sebagai sebuah hobby, kemungkinan besar hasilnya tidak akan maksimal. Bagaimana caranya sebuah bisnis bisa sukses? Pembukuan harus rapi, penampilan harus rapi, kegiatan marketing harus dijalankan secara konsisten, promosi harus dilakukan supaya orang-orang mengetahui dan mengenal bisnis Anda.
Demikianlah 4 Rahasia Sukses yang jika diterapkan akan bermanfaat bagi perkembangan bisnis network-marketing Anda.
--------------------------------
High Tech? Atau Bu Tech?
Anda mungkin bingung dengan judul artikel di atas. Saya yakin Anda mengerti apa yang saya maksud dengan High Tech. Tapi, Bu Tech itu apa? Yang saya maksud dengan Bu Tech adalah “Buta Technology” atau sering disebut GapTek (Gagap Teknologi). Tapi apa pula hubungannya dengan bisnis network-marketing?
Artikel ini saya tulis untuk meng-informasikan tentang pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menunjang perkembangan bisnis network-marketing Anda. Seperti yang telah Anda ketahui, industri network-marketing sendiri telah ada selama hampir 50 tahun. Tetapi apakah cara Anda menjalankan bisnis network-marketing Anda masih menggunakan metode 50 tahun yang lalu?
Selama 10 tahun terakhir, telah banyak sekali perkembangan teknologi yang dapat membantu perkembangan bisnis network-marketing Anda. Contohnya adalah sebagai berikut :
  1. Dulu, presentasi harus dilakukan melalui Business Opportunity Meeting, atau One-on-one, dimana seorang distributor harus berbicara sampai berbusa-busa. Sekarang, presentasi dapat dilakukan dengan meminjamkan kaset, VCD maupun melalui situs internet.
  2. Dulu, untuk mengirimkan brosur harus dilakukan melalui surat yang dikirim lewat kantor pos. Sekarang, mesin fax dapat dipergunakan untuk mengirimkan dokumen dan akan diterima dalam waktu singkat.
  3. Dulu, untuk berkomunikasi dengan distributor / downline harus lewat telpon SLJJ yang harganya mahal. Sekarang, komunikasi dengan distributor / downline dapat dilakukan lewat email, ataupun lewat telpon murah (VoIP) yang banyak ditawarkan melalui calling card. Pembicaraan SLJJ melalui VoIP harganya hampir 70% lebih murah dari telpon SLJJ biasa.
  4. Dulu, untuk melakukan training, support dan motivasi harus dilakukan melalui meeting. Sekarang, training, support dan motivasi dapat dilakukan melalui milis (misalnya milis di YAHOOGROUPS) maupun melalui situs internet (misalnya di NETWORKER-INDONESIA.COM ini).
  5. Dulu, untuk belanja produk harus mengunjungi stokist maupun kantor-pusat perusahaan network-marketing Anda. Sekarang, belanja produk dapat dilakukan melalui e-commerce website dan akan langsung dikirim ke alamat rumah Anda. Dengan demikian, Anda dapat menghemat waktu untuk mengembangkan jaringan distributor Anda tanpa harus melakukan perjalanan jauh hanya untuk membeli produk.
  6. Dan sebagainya.


Pertanyaannya adalah :
  1. Apakah Anda telah memanfaatkan perkembangan teknologi untuk perkembangan bisnis network-marketing Anda?
  2. Apakah perusahaan network-marketing tempat Anda bergabung menjadi distributor telah memanfaatkan perkembangan teknologi untuk bisnis mereka?
Jika Anda menjawab “Tidak” atau “Belum” untuk kedua pertanyaan di atas, segeralah hubungi saya untuk mengetahui cara-cara supaya Anda dapat memanfaatkan teknologi terbaru untuk membantu & mempermudah cara Anda dalam mengembangkan bisnis network-marketing Anda.
------------------------------------
Ilmu Statistik & Network Marketing
Dalam industri network-marketing, ilmu statistik memegang peranan penting. Pada dasarnya, bisnis network-marketing merupakan ilmu pasti dimana matematika dan statistik memainkan peranan penting. Berikut ini adalah dua contoh ilmu statistik yang memainkan peranan penting dalam bisnis network-marketing yang Anda jalankan.
  1. Hukum Rata-rata : Hukum Rata-rata (Law of Averages) merupakan hukum statistik yang paling mendasar. Saya yakin Anda pasti mengerti apa yang dimaksud oleh Hukum Rata-rata karena penerapan telah Anda alami sejak dari bangku sekolah dasar. Saat Anda duduk di bangku sekolah, bahkan sampai kuliah, Hukum Rata-rata selalu diterapkan dalam menganalisa prestasi belajar seorang siswa. Implementasi berupa nilai rata-rata di rapor semester dan juga di indeks prestasi kumulatif (IPK) pada saat Anda berada di perguruan tinggi. Di bidang bisnis, Hukum Rata-rata diterapkan di segala fase bisnis, mulai dari perhitungan kelayakan, marketing, sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Di network-marketing, semua kegiatan termasuk prospekting, menjual produk, keberhasilan opportunity meeting, dan sebagainya dapat dirangkum dan dianalisa dengan Hukum Rata-rata. Misalnya : jika Anda membutuhkan 100 kali presentasi untuk dapat merekrut 5 orang distributor baru, maka rasio keberhasilan rekruting Anda menurut Hukum Rata-rata adalah 5%. Jika Anda ingin merekrut 10 orang distributor baru, berarti Anda harus melakukan 200 kali presentasi. Dengan mengetahui rasio keberhasilan di setiap kegiatan bisnis network-marketing, Anda dapat meningkatkan rasio tersebut, baik melalui training, meningkatkan pengetahuan & teknik, melalui bimbingan dari uplina maupun mentor Anda, maupun dengan mempergunakan “tools” baru yang lebih efektif seperti VCD, kaset presentasi, maupun “tools-tools” lainnya.
  2. Hukum Pareto : Hukum Pareto menyatakan bahwa dalam setiap kegiatan (baik group bisnis maupun kegiatan lainnya), 20% anggota group akan memberikan kontribusi sebesar 80% dari hasil yang dicapai oleh group tersebut. Setiap leader di bisnis network-marketing akan membenarkan aplikasi Hukum Pareto ini. Artinya, 20% dari distributor dalam jaringan Anda akan memberikan kontribusi 80% terhadap bonus yang Anda terima dari jaringan network-marketing Anda. Hal yang sama juga berlaku dalam bisnis-bisnis lainnya. Seringkali, dalam sebuah perusahaan, 20% dari pelanggan akan memberikan kontribusi sebesar 80% dari omzet sebuah perusahaan.Saya berharap, dengan memahami peran statistik dalam bisnis network-marketing, Anda dapat meningkat tingkat keberhasilan dan kesuksesan bisnis network-marketing Anda.
Network-Marketing = Kolonialisasi?
Judul yang saya sajikan kali ini kedengarannya aneh. Seperti pada artikel-artikel saya sebelumnya, saya selalu mengatakan bahwa network-marketing merupakan bisnis yang mulia. Sampai saat ini pun saya masih memiliki keyakinan yang sama. Melalui network-marketing, semua orang tanpa memandang pengalaman, pendidikan dan latar belakang memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati kompensasi puncak.
Lalu apa hubungannya network-marketing dengan kolonialisasi? Begini, walau bisnis ini merupakan bisnis yang mulia, tetapi sering kali praktek di lapangan terjadi penyimpangan dari tujuannya yang mulia. Maksudnya adalah pada prinsipnya bisnis ini bertujuan untuk membantu orang supaya meningkat taraf kehidupannya, membantu mereka menjadi insan manusia yang merdeka dalam arti yang seluas-luasnya. Tetapi sering terjadi justru sebaliknya, banyak networker karena demi kepentingan pribadi berusaha mengungkung para mitranya sehingga menjadi manusia yang tidak merdeka.
Dalam perkembangan dunia yang berubah sedemikian cepat, sulit dihindari bahwa perkembangan dunia bisnis jaringan pun akan semakin marak. Tidak dapat dipungkiri bahwa yang berdatangan tersebut ada yang bagus dan ada yang tidak bagus, bahkan ada pula yang berniat menipu.
Nah sikap apa yang harus kita ambil? Saya bisa memberikan suatu analogi cerita. Apabila saya membuka sebuah toko mainan, maka saya tidak bisa melarang orang lain untuk membuka toko mainan yang sama di sebelah toko saya. Dan saya juga tidak dapat melarang pelanggan saya untuk berbelanja ke sana. Lalu, apa yang mesti saya perbuat? Jawabannya adalah meningkatkan service dan memberikan harga yang kompetitif. Sehingga customer saya akan tetap loyal kepada saya.
Tentunya apabila saya bersikap negatif, misalnya menyebarkan fitnah atau melarang pelanggan saya untuk berbelanja ke toko sebelah, tentu saja mereka akan tertawa geli melihat sikap saya yang konyol ini.
Demikian juga dengan network-marketing. Dalam network-marketing, seorang leader yang dewasa akan memberikan kemerdekaan kepada para mitranya untuk memilih apa yang terbaik bagi mereka. Karena secara hukum mereka tidak memiliki kita demikian pula kita tidak memiliki mereka.
Yang wajib kita lakukan adalah, setiap ada mitra kita yang mencoba melirik bisnis yang lain, maka kita harus bersikap terbuka, pelajari bisnis baru tersebut dan berikanlah pandangan yang objektif.

Sampai jumpa di puncak sukses.
---------------------------------------------
Pengetahuan Tanpa Pelaksanaan = Omong Kosong
Setiap kali saya menulis sebuah artikel yang kemudian saya upload di Networker-Indonesia.com, saya selalu berharap bahwa buah-pikiran ataupun informasi yang saya sampaikan tersebut dapat dipetik manfaatnya dan dipergunakan oleh para networker dan pelaku bisnis network-marketing dalam mengembangkan jaringan, bisnis dan income masing-masing.
Saya sering menerima email dari para member/user di Networker-Indonesia.com yang meminta izin untuk mengutip artikel-artikel yang ada sebagai bahan presentasi dalam mengembangkan bisnis. Terus terang, saya merasa senang sekali dapat memberikan bantuan, walaupun hanya sebatas melalui artikel yang saya muat di web, ataupun sebatas informasi melalui newsletter.
Saya memang berharap bahwa masyarakat pada umumnya, dan pelaku bisnis network-marketing secara khusus dapat mendapatkan pengetahuan, dan kemudian mengimplementasikan pengetahuan yang telah diperoleh tersebut secara konsisten dalam usaha untuk mencapai cita-cita KEBEBASAN FINANSIAL yang dicita-citakan.
Sangat penting untuk Anda ingat bahwa bekal pengetahuan saja tanpa pelaksanaan sama saja dengan omong kosong dalam usaha Anda untuk mencapai cita-cita kebebasan finansial.
Anda mungkin tahu bahwa dengan melakukan presentasi secara teratur dan konsisten baik secara one-on-one, melalui internet (website), ataupun melalui telepon akan dapat membantu meningkatkan pengembangan jaringan dan organisasi Anda. Tapi, jika pengetahuan tersebut tidak pernah Anda laksanakan, apakah jaringan network-marketing Anda akan berkembang dengan sendirinya?
Anda mungkin tahu bahwa dengan membiasakan diri untuk mengkonsumsi produk dari perusahaan MLM Anda, distributor-distributor dalam jaringan Anda akan lebih condong untuk mengikuti jejak langkah Anda. Tapi, jika pengetahuan tersebut tidak pernah Anda laksanakan, apakah omzet penjualan di jaringan network-marketig Anda akan meningkat dengan sendirinya?
Tanyalah diri sendiri apakah Anda telah mempraktekkan pengetahuan yang telah Anda miliki untuk mengembangkan bisnis network-marketing Anda? Jika Anda menjawab “BELUM”, mulailah mempraktekkan pengetahuan & ilmu yang Anda miliki sekarang juga supaya jarak Anda ke cita-cita kebebasan finansial semakin dekat.
Salam sukses untuk Anda.
-------------------------

Network-Marketing : Hobby atau Bisnis?
Sudah berapa lama Anda bergabung sebagai distributor sebuah perusahaan network-marketing? Apakah Anda telah mencapai target yang Anda tentukan? Atau, hasil yang Anda peroleh di network-marketing masih belum sesuai dengan apa yang Anda harapkan. Apapun hasil yang telah Anda peroleh di network-marketing sampai saat ini, kemungkinan besar semuanya terkait dengan pendekatan Anda sendiri terhadap industri network-marketing. Intinya adalah : Apakah Anda memperlakukan network-marketing sebagai sebuah hobby? Atau, Anda memperlakukan network-marketing sebagai sebuah bisnis.
Banyak distributor network-marketing mengeluh bahwa mereka belum mencapai target yang mereka harapkan. Tapi, sebelum seorang distributor mengeluh tentang hasil yang belum sesuai dengan harapan, ada baiknya mereka merenungkan apakah mereka telah memperlakukan kegiatan network-marketing layaknya sebuah bisnis, ataukah sekedar sebagai hobby. Untuk mensukseskan network-marketing sebagai sebuah bisnis, banyak hal yang perlu dilakukan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :
Satu, Sebuah bisnis bisa sukses apabila ilmu yang terkait dengan bisnis tersebut telah dipelajari dan diterapkan dengan baik. Apakah Anda telah mempelajari dan mengimplementasikan cara-cara menjalankan bisnis network-marketing dengan benar dari leader / mentor Anda?
Dua, Sebuah bisnis bisa sukses bila didukung dengan modal yang cukup, baik modal keringat, maupun modal keuangan. Apakah Anda telah mengeluarkan modal keringat & modal keuangan yang cukup untuk bisnis network-marketing Anda? Apakah Anda mempergunakan produk (swakonsumsi) dan tutup point secara teratur setiap bulannya? Apakah Anda secara konsisten melakukan presentasi untuk merekrut distributor baru ke dalam jaringan network-marketing Anda?
Tiga, Sebuah bisnis bisa sukses bila didukung kegiatan marketing yang memadai. Apakah anda telah cukup melakukan kegiatan marketing untuk bisnis network-marketing Anda baik melalui iklan di koran, iklan di internet, selebaran dan sebagainya?
Empat, Sebuah bisnis bisa sukses apabila hal-hal diatas telah diimplementasikan secara disiplin dan konsisten selama kurun waktu tertentu. Untuk sukses di bisnis network-marketing, Anda perlu menerapkan hal-hal di atas secara disiplin dan konsisten setidak-tidaknya selama dua tahun. Apakah Anda telah menerapkan hal-hal di atas secara disiplin dan konsisten selama dua tahun?
Jika Anda belum mencapai target yang Anda harapkan dan belum memaksimalkan potensi penghasilan dari network-marketing, jangan-jangan, Anda hanya seorang hobbyist network-marketing, dan bukan seorang pebisnis network-marketing!!
----------------------
MLM Sebagai Personal Franchise
Sering sekali terjadi kesimpang-siuran dan anggapan yang salah bahwa seorang distributor MLM diperah oleh perusahaan MLM dan upline-nya. Sebetulnya, seorang pegawai yang bekerja untuk perusahaan apapun harus menguntungkan perusahaannya (kalau tidak pasti dipecat). Berkaitan dengan anggapan yang salah di atas, saya ingin memberikan tambahan informasi. Sebenarnya, baik pegawai yang bekerja untuk perusahaan, maupun seorang distributor MLM sama-sama menguntungkan perusahaan yang menaungi. Walaupun demikian, distributor MLM bisa kaya, bebas waktu dan finansial karena ada di kuadran B (bisnis), sementara pegawai susah untuk kaya, bisa punya uang tapi sulit punya waktu, karena ada di kuadran E (employee).
Saya ingin membandingkan MLM dengan konsep yang jelas-jelas sudah diterima oleh masyarakat luas, yaitu Franchise, di mana franchise juga termasuk dalam kuadran B (bisnis). Jadi kuadran B memberi 3 cara untuk masuk : membuat sistem bisnis sendiri (perusahaan konvensional tipe C), membeli sistem bisnis yang sudah ada (franchise) dan membeli hak akses untuk masuk ke dalam sistem bisnis yang sudah teruji (MLM). MLM sendiri disebut oleh Robert Kiyosaki sebagai Personal Franchise, atau Waralaba Pribadi, yaitu franchise untuk level pribadi, bukan perusahaan.
Mari kita bandingkan MLM dan Franchise :
Satu, Di Franchise : kita awalnya membayar investasi awal untuk bergabung. Nilainya besar, karena level perusahaan (corporate).
Di MLM : kita awalnya membayar investasi awal untuk bergabung. Nilainya kecil, karena untuk level pribadi.
Dua, Di Franchise : kita bayar sendiri semua keperluan, mulai dari tempat, pegawai, transport, konsumsi produk sendiri, dll.
Di MLM : kita bayar sendiri semua keperluan, yaitu transport dan konsumsi produk sendiri. Karena levelnya pribadi, maka tidak perlu investasi tempat, pegawai, stock barang, karena sudah disediakan oleh perusahaan dan/atau stockist.
Tiga, Di Franchise : kita bayar (seringkali sudah include pada paket investasi awal) untuk belajar. Di McDonald's, dikenal Hamburger University. Kalau sudah lulus, baru boleh buka outlet. Jadi kita punya skill dasar dalam berbisnis.
Di MLM : training disediakan (biasanya gratis atau murah sekali) agar kita punya skill dasar dalam berbisnis.
Empat, Di Franchise : franchisee berbisnis menggunakan nama franchisor. Contoh: PT XXX boleh buka outlet McDonald's, tapi nama yang muncul tetap McDonald's, bukan PT XXX. PT XXX jadi perpanjangan tangan McDonald's.
Di MLM : kita berbisnis menggunakan nama MLM di mana kita bergabung, dan seakan-akan menjadi perpanjangan tangan MLM tersebut.
Lima, Di Franchise : Kalau kita besar, bisa disebut kita menguntungkan franchisor.
Di MLM : Kalau kita besar, kita disebut menguntungkan upline dan perusahaan.
Enam, Di Franchise : Pada awal pembukaan bisnis kita, kita didampingi oleh principal dari franchisor untuk memastikan segala sesuatunya benar.
Di MLM : Pada masa-masa awal kita berbisnis, kita didampingi oleh upline untuk memastikan segala sesuatunya benar.
Di MLM : kita memang ibarat membeli franchise.
Bedanya MLM dan Franchise :
Satu, Di Franchise : Bayar royalti tiap bulan untuk franchisor.
Di MLM : Tidak perlu bayar royalti. Upline sudah dapat bagiannya sendiri.
Dua, Di Franchise : Bisa beli hak franchise, tapi tidak bisa jual ke orang lain (1 level saja).
Di MLM : Bisa beli hak franchise, dan bisa menjualnya kepada orang lain (multi-level). Inilah asal kata MLM. Mengapa kok orang mau-maunya beli hak franchise yang nilainya begitu besar???
Satu, Salah satu cara masuk kuadran B (bisnis) yang memberikan kebebasan waktu dan finansial.
Dua, Kalau saya mau jual burger, nama McDonald's lebih punya daya jual daripada XXX Burger.
Tiga, Standarisasi dan duplikasi. Anak SMA pun bisa berhasil kalau diberikan sistem franchise kepadanya. Di perusahaan biasa, pewarisan bisnis bisa berakibat bangkrut.
Empat, Memberikan passive income.
Semoga informasi tambahan ini bisa bermanfaat bagi rekan-rekan sesama distributor MLM maupun rekan-rekan yang penasaran mengenai bisnis MLM. Terima kasih.
---------------------------


Berselisih Dengan Upline (Bukan Dengan Downline)
Seperti halnya di kantor yang selalu ada karyawan pengeluh, pamalas, tukang ngobrol, tukang telephone, suka bicara kasar, defensif, curang, sok tahu dan lain-lain, dalam membangun bisnis network-marketing juga pasti ada karakter distributor yang terkadang tidak sesuai yang diinginkan. Terkadang kita berfikir, bagaimana kita harus bersikap. Karena salah-salah, bisnis yang sudah dibangun sekian lama bisa rontok seketika.
Kalau Anda sebagai upline, sebaiknya Anda lebih bijaksana : lebih banyak mengalah, dalam batas tertentu mengikuti keinginan mereka [meski sebenarnya tidak sesuai dengan keinginnan Anda], mengiyakan keinginannya, atau mungkin berdiam diri dan angkat bicara pada waktu yang tepat.
Tetapi kemudian Anda berfikir, sampai kapan hal ini akan bertahan? Akankah Anda terus 'mengalah' selamanya? Dan apakah Anda akan bertahan dalam 'ketidakberdayaan' ini?
Robert Bacal, penulis "The Complete Idiot's Guide to Dealing with Difficult Employees" (2000) memberi saran sebagai berikut : Pertama-tama, tanyakan pada diri Anda apakah yang bermasalah itu Anda atau dia? Apakah 'kebiasaan'-nya hanya mengganggu Anda atau semua orang? Kalau kebiasannya tsb berdampak pada semua orang, itu artinya memang dia yang bermasalah. Temui dia, dan jangan diselesaikan di milis karena di milis akan banyak komentator yang tidak diundang. Yang sebelumnya tidak bermasalah pun bisa-bisa jadi 'ingin' bermasalah.
Daniel Robin, yang membuka situs www.abetterworkplace.com berpendapat : meski banyak orang yang terganggu dengan sikapnya, tidak bijaksana kalau Anda 'membawa rombongan' [untuk menghakimi]. Sebaiknya Anda pikirkan 'efek' duplikasi yang akan menimpa jaringan Anda. Semua distributor Anda akan menduplikasi diri Anda menenempuh jalan tersebut ketika 'berselisih' dengan Anda atau upline mereka. Sebaik apapun jaringan Anda, pasti akan pernah ada 'perselisihan' ini. Mungkin bukan diri Anda, tapi antar leader di group Anda. Tinggal bagaimana Anda menyelesaikannya.
Cobalah untuk bicara seorang diri [bukan rombongan, tidak menghakimi] dengan nada konstruktif, karena setiap kali Anda memperlakukan orang lain secara positif, Anda akan membawanya ke arah itu. Dan lihatlah, leader-leader dalam jaringan Anda akan mengikuti cara pintar Anda ini dalam menyelesaikannya ketika masalah tersebut menimpa jaringannya [duplikasi]. Dan ingat, jangan sekali-kali angkat bicara ketika Anda di puncak emosi. Lebih baik lahirkan penyelesaian dan bekerjalah kembali membangun network ini. Cobalah untuk membuka kembali lembaran cita-cita yang pernah Anda tulis dalam bisnis ini. Bukankah itu tujuan utama menjalani bisnis ini? Bukan untuk 'memusuhi' orang bukan?
Tetapi, kalau kemudian Anda menyadari ternyata 'hanya' Anda yang berselisih dengan dia. Dan apa saja yang ia lakukan selalu membuat Anda terganggu, semua posting email dia selalu ingin Anda respon negatif, dan hati Anda senang ketika dia dicemooh......., maka Andalah yang sebenarnya bermasalah, BUKAN dia.........
Dan kalau hal ini yang Anda alami, maka cobalah untuk menata hati Anda. Ada baiknya Anda 'off' seminggu dan temukan 'sesuatu' dalam diri Anda [karena memang benar-benar ada 'sesuatu']. Bersunyi-sunyilah dan TATA perasaan Anda.
----------------------------


Mentargetkan Impian
Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit, dan hampir semua orang punya atau setidaknya pernah punya cita-cita tinggi tersebut. Apakah cita-cita yang Anda miliki masih tinggi? Sebagai networker, saya sangat bangga bahwa sebagian besar networker adalah orang-orang yang memiliki cita-cita tinggi, tujuan hidup besar dan visi yang jauh kedepan. Hal itu membuat para networker selalu mempunyai semangat yang berkobar-kobar. “Bikin hidup lebih hidup” begitulah kira-kira.
Banyak kesaksian dari para networker sukses, yang menyatakan bahwa faktor penting dalam meraih suksesnya adalah mempunyai cita-cita. Perjuangan mereka disemangati oleh cita-citanya itu yang membuat mereka selalu bertahan sampai sukses.
Cita-cita sama artinya dengan tujuan, dan tujuan berkaitan erat dengan arah. Kemana arah Anda melangkah adalah lebih penting daripada seberapa cepat Anda melangkah. Jadi menentukan cita-cita adalah prioritas pertama sebelum Anda melangkah, jika tidak, maka semakin cepat melangkah, akan semakin jauh Anda salah arah.
Sudahkah Anda mempunyai tujuan jelas di bisnis Anda? Atau Anda hanya menjalankannya seadanya? Mungkin saat ini Anda merasa telah punya tujuan, tetapi sudahkah Anda menuliskannya dengan jelas dan pasti? Karena cita-cita yang masih dalam angan-angan adalah impian dan itu baru berubah jadi tujuan ketika Anda menuliskannya.
Jangan sia-siakan perjuangan Anda, tentukan cita-cita sekarang juga dan pastikan sekuat tenaga untuk mencapainya.
--------------------------------
Poligami MLM : Mengapa Tidak?
Sering kita mendengar pepatah yang mengatakan ”Jangan menyimpan semua telor dalam satu keranjang”. Saya rasa, banyak di antara kita yang setuju dengan pepatah tersebut. Nah, sekarang mari kita melihat bagaimana pepatah tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari dan juga di bisnis MLM kita.
Apabila kita melakukan investasi di Pasar Modal, walau kita tahu bahwa saham-saham yang bagus adalah saham-saham utama (saham blue chip), tidak disarankan untuk menginvestasikan semua uang ke hanya satu dari saham-saham blue-chip tersebut. Lebih baik jika investasi di saham disebar ke beberapa perusahaan (saham) karena hal ini akan mengurangi resiko dalam berinvestasi.
Di luar dunia saham, seandainya Anda hanya tergantung pada satu sumber penghasilan, katakanlah sebagai karyawan atau memiliki usaha sendiri, apabila terjadi kegoncangan pada perusahaan dimana Anda bekerja atau pada perusahaan Anda, maka ketakutan atau kekhawatiran akan melanda. Bisa-bisa, hal tersebut membuat pikiran menjadi tidak jernih yang berakibat prestasi kerja semakin menurun. Apabila Anda memiliki sumber penghasilan yang lain, maka hal ini tidak akan terjadi.
Saya telah berjumpa dengan banyak pemain MLM yang telah total memberikan waktunya hanya untuk bertekun di bisnis yang mereka jalankan. Dengan alasan harus fokus, mereka tidak menyadari bahwa ada ada kendaraan lain yang bagus juga untuk dapat dijadikan alat untuk mencapai tujuan. Apabila perusahaan yang mereka tekuni tersebut mengalami kemunduran, maka cerita di atas akan terulang, karena hanya mengandalkan satu sumber pendapatan.
Dari buku Parable of the Pipeline karangan Burke Hedges. Dikatakan bila kita memiliki lebih dari satu pipa maka akan lebih bagus, karena bila salah satu dari pipa kita menjadi kering, masih ada pipa yang lain yang akan tetap menghasilkan.
Saya telah berjumpa dengan beberapa orang pemain MLM yang menerapkan sistem di atas yaitu dengan aktif di beberapa perusahaan MLM dan mereke juga cukup sukses di MLM-MLM tersebut. Ada seseorang yang aktif di puluhan perusahaan MLM dan 6 diantaranya memberikannya residual income.
Apa kiat sukses untuk menjalankan beberapa MLM sekaligus??
Pertama-tama, produknya jangan sampai bertabrakan (overlap) dan jangan sampai terlibat dengan money game.
Tentunya jika berpoligami, income yang didapat tidak akan sefantastis apabila Anda focus ke salah satu MLM saja. Tetapi setidaknya akan membuat resiko semakin kecil. Selain itu, tetap harus ada MLM yang berperan sebagai “isteri pertama” atau pegangan utama.
Tentunya, artikel ini akan mengundang pro dan kontra. Yang perlu direnungkan adalah, bila Anda bisa sukses di dua tempat, tiga tempat dan bahkan banyak tempat, kenapa harus membatasi diri?
Seperti yang selalu diucapkan,” Jangan membatasi mimpi Anda”.
-----------------------------
Berpindah MLM, Apakah Salah?
Sering disebut, orang yang pindah-pindah MLM tidak akan bisa berhasil. Di lain pihak, kadang-kadang dirasakan prestasi kita rasanya sudah berat untuk dimajukan. Lalu harus bagaimana? Sebuah hal paling sederhana yang perlu dipahami adalah konsep antara "pindah MLM" dengan "pindah-pindah MLM" atau yang sering disebut "kutu loncat".
Memilih MLM ibarat memilih pasangan (pacar). Awalnya kita memilih-milih MLM, lalu bergabung, seperti kita mulai berpacaran. Selama berpacaran, ada kalanya kita suka tidak suka harus menyadari bahwa dia bukan untuk kita, sehingga berakibat putus dan harus mencari pacar baru.
Ada kemungkinan kita melihat pacar kita begitu baik dan cocok dengan kita sehingga kita menikahinya (analogi MLM: jadi leader besar yang tidak mungkin pindah lagi). Tidak pernah ada pacar yang mau diduakan (dimadu), sama halnya dengan MLM, di mana belum pernah ada distributor MLM yang berhasil (jadi top leader) yang mendua MLM. Walaupun demikian, sudah merupakan sebuah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa dalam berpacaran kita kadang juga harus putus dan berganti pacar baru.
Kutu Loncat : Adalah sebuah hal yang berbahaya kalau kita bergonta-ganti MLM, karena orang akan menjauhi kita. Hari ini bilang MLM A adalah yang terbaik, besok bilang MLM B yang terbaik, besoknya lagi bilang MLM C, dst. Terus mau merekrut kita ke berbagai MLM yang dia ikuti. Yang bangkrut? Downline-nya. Uangnya habis untuk bergabung tanpa hasil. Akhirnya, kalau dia bilang MLM Z adalah yang terbaik, orang sudah tidak percaya.
Sama halnya bila berganti-ganti pacar. Sekali ganti, orang masih bersimpati dan mendukung. Dua kali masih oke. Berkali-kali? Itu namanya playboy dan orang akan berpikir, "Paling-paling sebentar juga ganti lagi..."
Perlukah Berpindah?
Itu kembali pada diri masing-masing. Saya pribadi bergabung di beberapa MLM. MLM pertama terlalu berat, terjadi persaingan harga yang tidak sehat, dan akhirnya saya rugi karena terlanjur stok barang (sebuah kesalahan distributor MLM). Saya sangat tidak matang di sini, dan itu penyebab kegagalan saya.
MLM kedua saya hanya sekedar gabung, karena kebetulan mau pakai produknya. Modal saya kembali, karena sempat jual 1 kali. Setelah itu, karena tidak ada upline yang membantu, saya quit juga.
Di MLM ke-3, saya bertahan 2 tahun dan menjalani pendidikan yang mengubah hidup saya. Tapi tidak ada kemajuan berarti dalam sisi bonus dan peringkat, dan saya akhirnya frustrasi. Sehingga ujung-ujungnya saya berpindah di MLM ke-4 yang saya geluti sekarang.
Bukankah seorang pemenang tidak pernah menyerah??? Pepatah mengatakan: Bila anda menyerah, anda pasti kalah. Bila anda terus berjuang, ada kemungkinan anda menang. Lalu mengapa berpindah MLM? Saya teringat sebuah kata-kata Robert Kiyosaki di bukunya Retire Young Retire Rich. Seorang pemenang tahu kapan dia kalah, dan dia akan berusaha untuk menang di tempat lain. Orang yang kalah ngotot terus sehingga makin kalah. Ini yang terjadi di meja judi, sehingga banyak yang bangkrut, karena tidak terima dia rugi, dan ingin menebus kerugiannya, sehingga malah rugi lebih banyak.
Sebuah hal sederhana meyakinkan saya untuk pindah. Saya menghitung potensi penghasilan saya di tempat lama, berdasarkan data para top performers (jangan melihat data prestasi orang malasnya) di MLM lama. Ternyata tidak terlalu tinggi. Perlu waktu yang lama atau perjuangan ekstra berat. Saya tidak sanggup presentasi 16 jam per hari non-stop secara konsisten untuk berhasil. Saya tidak sanggup bila penghasilan saya tetap di bawah Rp.5 juta per bulan selama 1-2 tahun berikutnya, bila saya ingin beli rumah dan mobil. Sehingga saya ambil kesimpulan: kalau saya fight, hasilnya masih tetap tidak seberapa. Lebih baik quit.
Di MLM baru, saya pun tidak serta-merta bergabung. Saya cek dulu top dan average performers, potensi pendapatan mereka, business plan-nya, dsb, baru saya memutuskan untuk gabung. Hasilnya luar biasa. Dengan modal minimal, bulan pertama bonus saya hanya Rp.44 ribu (masih belajar lagi), dan melonjak jadi Rp.5 juta lebih di bulan kedua! (Bulan ketiga masih berjalan).
Pemenang bisa kalah di sebuah MLM, tetapi bila dia terus berjuang, dia bisa jadi pemenang di MLM (walaupun MLM yang lain).
Mulai Dari Nol?
Ini yang paling ditakuti semua orang, termasuk saya. Ternyata tidak demikian di MLM, dan ini adalah keindahan MLM. Ketika saya pindah, saya ajak downline dan mantan downline saya. Kriteria pemilihan downline yang diajak sifatnya kasuistis: apakah memilih yang aktif atau yang pasif? Saya pribadi memilih yang pasif dulu, karena saya mengerti perasaan frustrasi mereka, dan mengajak mereka berjuang lagi di sini, juga supaya tidak kehilangan muka di mata yang aktif (tidak kehilangan integritas).
Biarkan yang aktif jalan dulu di tempat lama, sambil memberi bonus pada saya di MLM lama (double-income). Tetapi bisa jadi kita memilih yang aktif dulu, karena 1 orang aktif nilainya berkali-kali lipat orang pasif. Kita bisa langsung tancap gas. Itu sebabnya saya bilang sifatnya kasuistis dan biarkan kebijaksanaan anda yang menentukan. Hanya anda yang tahu jawabannya.
Dengan saya memilih yang pasif dulu, saya membuktikan: saya besar bukan semata-mata karena downline aktif saya, tetapi karena kapasitas pribadi saya yang sudah meningkat (terbukti saya naik peringkat dengan bonus besar di bulan ke-2). Downline aktif bisa lebih respek ketika diajak pindah.
Kapan Berpindah?
Ini juga kasuistis. Tetapi ada beberapa panduan yang bisa saya berikan, dan jangan diikuti mentah-mentah.
  1. Pertama-tama, konsultasikan dulu pada upline sekarang, mengapa kok tidak maju-maju. Jangan bilang mau pindah, karena pasti tidak boleh. Tanyakan apa yang harus dilakukan agar bisa maju, selidiki dulu apa yang salah, dsb.
  2. Bila sudah dijalankan dengan baik selama 2 tahun atau lebih, bonus belum mencapai Rp.5 juta, belum naik peringkat ke tingkat prestisius, bisa mulai dipertimbangkan untuk pindah.
Waspada! : Ketika ada orang yang tahu kita ingin pindah, tentu saja dia akan menawarkan sebuah opportunity pada kita.
Yang perlu kita perhatikan :
1. Hati-hati pada MLM yang menjanjikan hasil besar dengan usaha minimal atau bahkan tanpa usaha.
2. Hati-hati terhadap money game. Lebih aman memilih MLM anggota APLI / terdaftar.
3. Hati-hati terhadap business plan yang memberi bonus besar di depan, tapi kecil di belakang (biasanya persentase-nya besar di downline level 1, tapi kecil di level-level berikut. Ingatlah: kita mendapat hasil terbesar justru dari kedalaman, bukan level 1.
4. Hati-hati terhadap iming-iming dan janji palsu yang tidak rasional.
5. Pilihlah yang business plan-nya lebih mudah untuk memperkecil tingkat drop out, support system lengkap dan matang, dan produk yang memang berkualitas.
6. Hati-hati terhadap tawaran tanpa tutup point, karena pendapatan leader MLM sebagian besar berasal dari tutup point downline, bukan hanya dari new distributor yang kedalamannya makin dalam dan akhirnya di luar jangkauan anda.
7. Bila memungkinkan, selidiki dulu kantor MLM yang menawarkan diri, yang terletak di luar negeri, bukan hanya yang di Indonesia. Ini untuk memastikan klaim-nya benar.

Jangan Berpindah bila :
1. Belum menjalankan sistemnya dengan benar secara konsistem selama minimal 6 bulan.
2. Alasan anda hanya karena upline sponsor tidak kompeten. Anda bisa cari upline di atasnya lagi.

Jangan terburu-buru memutuskan anda gagal. Berjuanglah dulu minimal 6 bulan, analisa hasilnya, baru putuskan.





Cerita Anak Sekolah, Karyawan dan Pengusaha
Anak Sekolah      : Jumlah uang jajan ditentukan orang tua,
Karyawan            : Jumlah gaji ditentukan bos,
Pengusaha            :Profit diatur sendiri sesukanya.
Anak Sekolah      : Jam bangun diatur orang tua dan sekolah.
Karyawan            : Jam bangun diatur bos dan kantor,
Pengusaha            :Jam bangun atur sendiri.
Anak Sekolah      : Bolos sekolah itu dosa,
Karyawan            : Bolos kerja itu dosa,
Pengusaha            : Menjalankan bisnis atau nggak, urusan gue.
Anak Sekolah      : Tidak masuk sekolah harus minta ijin.
Karyawan            : Tidak masuk kerja harus minta ijin,
Pengusaha            : It’s my own business!
Anak Sekolah      : Kalau salah dihukum,
Karyawan            : Kalau salah dihukum,
Pengusaha            : Kalau salah, rugi duit, tapi nggak dimarahi.
Anak Sekolah      : Dimarahi orang tua dan guru,
Karyawan            : Dimarahi bos,
Pengusaha            : Siapa yang berani marahi saya???
Anak Sekolah      : Semangat ada kalau hampir jam pulang,
Karyawan            : Semangat ada kalau hampir jam pulang,
Pengusaha            : Jam pulang??? Terserah gue!
Anak Sekolah      : Libur diatur sekolah,
Karyawan            : Libur diatur kantor,
Pengusaha            : Libur atur sendiri.
Anak Sekolah      : Kalau nakal dimarahi guru,
Karyawan            : Kalau nakal dimarahi bos,
Pengusaha            : Kenakalan saya disebut “Kreatif” .
Anak Sekolah      : Takut pada guru dan orang tua,
Karyawan            : Takut pada bos,
Pengusaha            : Hanya takut pada hukum dan Tuhan.
Anak Sekolah      : Masuk sekolah demi nilai,
Karyawan            : Masuk kerja demi uang,
Pengusaha            : Bisnis adalah untuk melayani orang lain, dan jadi profit.
Anak Sekolah      : Seragam anda sama dengan teman sekolah,
Karyawan            : Seragam anda sama dengan teman sekantor,
Pengusaha            : Tidak kenal seragam.
Anak Sekolah      : Kalau sakit perlu surat dokter,
Karyawan            : Kalau sakit perlu surat dokter,
Pengusaha            : Sakit urusan gue.
Anak Sekolah      : Kalau bosan tidak boleh melarikan diri,
Karyawan            : Kalau bosan tidak boleh melarikan diri,
Pengusaha            : Bosan? Kabur yuk!
Anak Sekolah      : Paling takut dikeluarkan dari sekolah,
Karyawan            : Paling takut dikeluarkan dari kerja (PHK) ,
Pengusaha            : Nggak ada PHK. Bangkrut? Bangun lagi!
Anak Sekolah      : Tidak boleh shopping pada jam sekolah,
Karyawan            : Tidak boleh shopping pada jam kerja,
Pengusaha            : Shopping semau saya.
Anak Sekolah      : Sabtu masuk setengah hari, Minggu libur,
Karyawan            : Sabtu masuk setengah hari, Minggu libur,
Pengusaha            : Bisa masuk dan libur kapan saja.
Anak Sekolah      : Hari besar libur,
Karyawan            : Hari besar libur,
Pengusaha            : Lebih enak libur di hari kerja lho!
Anak Sekolah      : Hanya bisa makan pada jam istirahat,
Karyawan            : Hanya bisa makan pada jam istirahat,
Pengusaha            : Makan sesukanya dan sekenyangnya.
Anak Sekolah      : Diatur orang tua dan guru,
Karyawan            : Diatur bos,
Pengusaha            : Siapa yang mengatur saya???
Anak Sekolah      : Terikat sekolah,
Karyawan            : Terikat kantor,
Pengusaha            : Bebas!!!
Anak Sekolah      : Mobil milik orang tua,
Karyawan            : Mobil milik kantor,
Pengusaha            : Mobil milik sendiri.
Anak Sekolah      : Rumah numpang orang tua,
Karyawan            : Rumah adalah fasilitas dari kantor,
Pengusaha            : Rumah milik sendiri.
Anak Sekolah      : Merusakkan mobil, dimarahi orang tua,
Karyawan            : Merusakkan mobil, dimarahi bos,
Pengusaha            : Diperbaiki dong! Tanpa dimarahi.
Waktu masih kecil, harus menuruti orang tua dan guru. Sudah besar, apakah harus menurut bos???
Kapan jadi benar-benar dewasa???
Gaji dan uang jajan tidak bikin kaya!!!



Siklus di Bisnis MLM
Sudah merupakan sebuah kenyataan bahwa kegiatan bisnis di MLM selalu berhubungan dengan omzet. Dengan meningkatnya omzet meningkat pula pendapatan/bonus seorang distributor MLM. Peningkatan bonus inilah yang ingin dicapai dan akan memberikan motivasi/semangat kepada pelaku bisnis tersebut (distributor). Dengan semangat tersebut tentunya akan lebih meningkatkan aktivitas bisnis.
MLM (Multilevel Marketing) merupakan distribusi barang/produk secara berjenjang atau bertahap. Untuk pendistribusian secara bertahap ini perlu adanya seorang distributor. Dengan sistem pembagian pendapatan/bonus yang dibuat oleh sebuah perusahaan MLM atau yang lebih dikenal dengan Marketing Plan maka seseorang akan memutuskan untuk melakukan kegiatan bisnis tersebut dengan bergabung menjadi seorang distributor. Nah, sekarang pertanyaannya adalah bagaimana meningkatkan omzet?

Peningkatan omzet di sebuah MLM selalu di mulai dari distributor atau anggotanya, baik itu level terbawah, menengah ataupun top level. Cara yang bisa dilakukan adalah:
1. Sebagai distributor sekaligus pengusaha diwajibkan untuk mengenal produk yang akan dipasarkannya, salah satunya adalah dengan swa konsumsi. Diharapkan dari swa konsumsi ini seorang distributor dapat menceritakan ttg khasiat produk tsb sehingga akan timbul rasa percaya.
2. Alternatif kedua sebagai peningkatan omzet adalah melakukan penjualan. Dengan bercerita pengalaman mengkonsumsi produk merupakan salah cara dalam memasarkan.
3. Karena MLM tidak harus dengan berjualan yg identik dengan seorang sales yang harus door to door, maka seorang distributor mulai harus berpikir ala seorang manajer dalam berbisnis yaitu mulai membuka cabang baru. Perkenalkan bisnis ini ke rekan-rekan yang memiliki komitmen untuk berbisnis, ajarkan hal sama dalam mengelola usaha tersebut. Kegiatan ini merupakan Business Opportunity dan Duplikasi.
Dari 3 kegiatan tersebut tentunya omzet akan meningkat seiring dengan penambahan network dan hasilnya pun akan mendongkrak pendapatan/bonus sehingga semangat para distributor akan terjaga untuk melanjutkan kegiatan bisnis tersebut. Dan ini adalah sebuah siklus “Kegiatan Bisnis -> Omzet -> Semangat -> Kegiatan Bisnis”.
Pengembangan Jaringan Dengan Filsafat Ayam
Banyak di antara pelaku network marketing merasa dirinya gagal dalam menjalankan bisnis network marketing. Padahal yang benar adalah dia belum berhasil karena belum bekerja keras, cerdas, dan ikhlas. Di antara kerja cerdas adalah dengan bekerja meniru cara kerja induk ayam.
Apa yang dilakukan induk ayam?
1. Pacaran : Pacaran adalah ibarat dari prospecting mencari kenalan di manapun dan kapanpun. Di halte bis, di terminal, di dalam lift, bis, kereta, kapal laut, pesawat, dll. Gunakan strategi kenalan dengan menggunakan 'ice-breaking' menanyakan jam, tujuan, keluarga, cuaca, topik yang sedang trend saat ini, dll. Sebaiknya membekali diri dengan membaca buku Dale Carnegie "How to get friends and to influence people" yang sudah diterjemahkan menjadi bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain.
2. Bertelur : Bertelur adalah ibarat dari sponsoring mendapatkan anggota baru.

3. Mengeram : Mengeram adalah ibarat dari melakukan home meeting dan home sharing di rumah anggota baru untuk mengajari yang bersangkutan bagaimana caranya membuat dream book, daftar nama, mengundang, presentasi, follow-up, mengenal produk, mengguanakan alat berupa buku, kaset, dan pertemuan.
4. Mengais mencari makanan bersama anak-anaknya : Memberikan contoh kepada mitra muda (down-line) bagaimana caranya sponsoring dan membina, agar terjadi duplikasi.
5. Melindungi anak-anaknya dari musuh dengan memasukkan mereka dalam dekapannya atau langsung menyerang musuh. Melindungi mitramuda baru dari virus negatif dengan memberikan jawaban yang tepat, bahkan dengan mempersiapkan imunisasi sebelum virus negatif menyerang. Melindungi mereka dari serbuan MLM lain yang akan merontokkan jaringan.

Dalam hal ini saya termasuk orang yang tidak menyetujui polygami MLM. Menjalankan dua MLM bagaikan seseorang yang mendaki dua gunung dalam satu waktu yang bersamaan.

Peribahasa jangan simpan telur dalam satu keranjang berlaku bagi orang yang menekuni MLM tanpa meninggalkan pekerjaannya sebagai pegawai bukan sebagai pelaku MLM lain. Banyak bukti yang menjalankan dua MLM sekaligus jaringannya menjadi rontok, akhirnya terjadi ingin untung jadi buntung.
Ingin dapat semua, malah hilang semua.

Selamat Mencoba! Semoga sukses selalu!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar