Follow by Email

Sabtu, 07 Mei 2011

HUKUM FARAID



 .


PEMBAHASAN
A.     Syarat Dan Rukun Mawaris
1.    Syarat- syarat Mewaris ada tiga macam
a.    Meninggalnya orang yang mewariskan, baik meninggal menurut hakikat maupun menurut hukum.Harta pninggalan seseorang tidak mungkin akan dibagikan kepada ahli warisnya sebelum diketahui bahwa pewaris itu benar-benartelah meninggal dan diputuskan oleh hakim tentang kematian seseorang yang hilang.keputusan itu menjadikan orang yang hilang itu sebagai oarang mati secara hakiki, atau menurut dugaan seseorang memukul seseorang perempuan yang hamil sehinnga janinnya gugur, maka janin yang gugur itu dianggap hidup sekalipun hidupnya itu belum nyata.Dengan demikian syarat mawaris yang pertama adalah meninggalnya mawaris secara hakikat atau dianggap telah mati berdasarkan keputusan hakim.
b.    Ahli waris betul-betul masih hidup Ketika orang yang mewariskan meninggal dunia.Ketemtuan ini merupakan ketuan mutlak agar seseorang mendapat warisan, Sebab oarang yang sudah ,meningggal dunia tidak mampu lagi membelanjakan hartanya, baik yang diperoleh karna pewarisab maupun sebab- sebab lainnya. Hidupnya ahli waris ini berlaku meskipun hidupnya secara hukum, Misalnya kandungan, secara hukum kandungan itu dinggap hidup karna ruhnya belum ditiupkan.apabila tidak dijetahui bahwa ahli itu hidup seseudah orang yang mewariskan mati, seperti karna tenggelam, terbakar atau tertimbun secara bersama- sama antar orang yang dapat saling mewarisi maka diantara mereka tidak ada maris- mewarisi dan salah seorang dari mereka tidak ada yang berhak mewarisi dari yang lain. Adapun harta masing- masing dari mereka itu dibagikan kepada ahli waris yang masih hidup
c.         Diketahui jatahnya dalam mewarisi atau posisi penerima wae\risan      di ketahui dengan jelas.Posisi dari masing-masing ahli waris harus diketahui dnegan pasti,sehingabaigan yang diperoloeh sesuai dengan ketentuan faraid.hukumwaris itu berbeda-bada di sebabkan oleh perbadaan derajat kekerabatan .tidak cukup kita hanya mengatakan “si anu saudaranya si pewaris”. Tanpa mengetahui jihar kekerabatanya dalam hukum pewaris harus di jelaskan ,apakah ia saudara se ayah-se ibu, seyah ,ataukah seibu.para ahli waris mempunyai hukum pewarisan,tersendiri.di antara mereka ada yang mempunyai hak mewarisi dengan bagian tetap,mewarisi dengan sistem ashabah bahkan ada yang terhalang oleh karna itu ,posisi dari masing-masing ahli waris harus di ketahui dengan jelas dan pasti.

2.              Rukun-rukun warisan
Rukun-rukun mewarisi terbagi tiga yaitu:
1.      Adanya orang yang mewariskan, yaitu si pewaris itu sendiri,baik nyata maupun dinyatakan mati secara hukum,seperti orang hilang dinyatakan mati,sehingga orang lain barhak mendapatkan warisan darinya apa saja yang di tinggalkan sesudah matinya.
2.      Ada pewaris (waarisun),yaitu orang yang mempunyai hubungan penyebab kewarisan dengan si pewaris,sehingga di memperoleh warisan minsalnya seperti  hubungan kekerabatan,pernasaban perkawinan,dll Syarat Dan Rukun Mawaris  Syarat Dan Rukun Mawaris  Syarat Dan Rukun Mawaris  Syarat Dan Rukun Mawaris 
3.      Ada harta yang diwariskan(maurusun) yang disebut juga peninggalan atau tirkah ,yaitu harta atau hak yang di pindahkan dari yanf mewarisan kepada pewaris,maurusun ini juga disebut juga irsun ,tuurasun,miiraasun,yang semuanya sebutan bagi sesuatu yang di tinggalaakn orang yang mninggal untuk ahli warisnya.

B.      Sebab-Sebab kewarisan Dan Terhalangnya
1.    Sebab- sebab menerima Warisan ada tiga :
a.    Nasab (keturunan)
          Kekerabatan adanya hubungan nasab antar orang yang mewarisi antara orang yamg mewarisi dengan orang yang ahli waris disebabkan oleh kelahiran, Berdasarkan firman ALLAH SWT
& 3 (#qä9'ré&ur ÏQ%tnöF{$# öNåkÝÕ÷èt/ 4n<÷rr& <Ù÷èt7Î/ .........

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar