Follow by Email

Jumat, 07 Januari 2011

RANGKUMAN BAHASA INDONESIA TAHAP PERTAMA IAIN AR-RANIRY

RANGKUMAN BAHASA INDONESIA
I. 1. Pengertian Bahhasa
Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.
2. Fungsi Bahasa Dalam Masyarakat :
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3. Alat untuk mengidentifikasi diri.

II.1. Asal Bahasa Indonesia

Banyak orang mengatakan bahasa Indonesia berasal dari Melayu, tetapi perlu kita ketahui bahwa bahasa-bahasa di Nusantara merupakan rumpun Austronesia yang penyebarannyadari pulau Madagaskar di sebelah barat sampai ke pulau Rapanui (Paskah) di sebelah Timur. Dekat pantai barat Am,Erika Selatan. Selanjutnya dari Selandia Baru di sebelah selatan sampai ke Taiwan sebelah utara dan lambat laun sampai ke Nusantara. Ketika sudah sampai ke Nusantara terjadilahperubahan dan perkembangan yang baru mengenai bahasa tersebut yang kemudian disebut bahasa Melayu dan pada akhirnya menjadi bahasa Indonesia.
2. kedudukan Bahasa Indonesia
Kedudukan Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia berkedudukan yang sangat penting, karna bersumber dari ikrar ketiga sumpah pemuda yaitu, Kami Putra putri Indonesia menjujung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.Iniu berarti bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa nasional NKRI.
III. 1. Situasi Kebahasaan
Situasi kebahasaan resmi yaitu situasi kebahasaan yang berkaitan dengan masalah resmi/formal seperti pada masalah kedinasan atau keilmuan. Sedangkan situasi kebahasaan tidak resmi yaitu pemekaian bahasa pada pergaulan sehari-hari.

2. Ciri-Ciri Bahasa Standar dan Baku
- memakai ucapan yang baku (pada bahasa lisan)
- memakai ejaan resmi (seperti EYD)
- terbatasnya unsur daerah, baik leksikal maupun gramatikal
- pemakaian fungsi gramatikal secara eksplisit dan konsisten
- pemakaian konjungsi bahwa atau karena (jika ada) secara eksplisit
- pemakaian awalan me- atau ber- (jika ada) secara eksplisit dan konsisten
- pemakaian pertikel lah, kah, tah, pun (jika ada) secara konsisten
- pemakaian kata depan yang tepat
- pemakaian pola aspek-pelaku-tindakan secara konsisten
- memakai konstruksi sintesis
- menghindari pemakaian unsure-unsur leksikal yang terpengaruh oleh bahasa-bahasa dialeg atau bahasa sehari-hari.

IV. 1. Syarat-Syarat Diksi
- Kata yang dipilih harus tepat
- Menghindari substandar dan situasi formal
- Menghindari pemakaian kata-kata selang, jargon, dan ungkapan using (idiom yang mati)
2. Pedoman-Pedoman dalam Pemilihan Kata
- pemakaian kata tutur
- pemakaian kata bernilai rasa
- pemakaian kata bersinonim
- pemakaian kata umum dan khusus
- pemakaian katakonkret dan abstrak
- pemakaian kata/istilah asing
- pemakaian kata-kata lugas
- idiomatik

V. 1. Bentuk-Bentuk Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal yaitu kalimat yang terdiri atas satu klausa dan struktrnya cuma subjek dan predikat.

2. Bentuk-Bentuk Kalimat majemuk
a. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara dibagi mrnjadi empat:
- Kalimat majemuk setara gabungan, yaitu menggunakan kata dan atau serta. Contoh: Dosen menjelaskan dan mahasiswa mendengarkan.
- Kalimat majemuk setara pilihan, yaitu menggunakan atau. Contoh: Anda pergi ke kampus atau jalan-jalan.
- Kalimat majemuk setara urutan, yaitu menggunakan kata lalu, lantas, atau kemudian. Contoh: dia pulang lalu pergi menjemput adiknya.
- Kalimat majemuk setara berlawanan, yaitu menggunakan kata tetapi, melainkan, atau sedangkan. Contoh: Lala ingin pintar tetapi malas belajar.

VI. 1. Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat yang efektif adalah Kalimat efektif ialah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti apa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis. Kalimat sangat mengutamakan keefektifan informasi itu sehingga kejelasan kalimat itu dapat terjamin.

2. Syarat-Syarat Kalimat Efektif
- kesatuan
- kesejajaran
- kehematan
- keveriasian
VII. 1. Pengertian Paragraf
Paragraf yaitu gabungan dari beberapa kalimat yang saling berkaitan dan membentuk sebuah gagasan yang mana setiap kalimat dalam paragraph akan selalu berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya untuk membentuk suatu bagian yang saling berkaitan.

2. Pengertian Kalimat Topik
Kalimat topik yaitu kalimat utama atau biasa dikatakan pokok permasalahan. Secara umum topic merupakan jawaban atas pertanyaan masalah apa yang ditulis.
VIII. 1. Syarat-Syarat Paragraf yang Baik
- Kesatuan
- Kepaduan

2. Fungsi Kalimat Topik
Kalimat topic berfungsi untuk mengetahui apa yang dibahas pada suatu paragraph.
IX. 1. Langkah-Langkah Perencanaan Karangan
a. Bagian Awal
- Halaman sampul
- Kata pengantar
- Daftar isi
- Daftar table dan gambar (jika ada)
b. Bagian Inti
- Latar belakang penulisan
- Masalah dan topic masalah
- Tujuan penulisan
- Teks utama (bahasan inti)
c. Bagian Akhir
- Penutup (kesimpulan)
- Daftar pustaka
- Lampiran (jika ada)

2. Sumber Topik Karangan
a. Karangan Ilmiah
- berdasarkan pengamatan
- berdasarkan factual
b. Karangan Semi Ilmiah
- berdasarkan pengamatan
- berdasarkan factual
c. Karangan Populer
- berdasarkan nonfactual rekayasa)
X. 1. Bagian-Bagian Pembukaan Surat
a. Alamat Tujuan
- Alamat luar, yaitu alamat yang ditulis pada sampul surat
- Alamat dalam, yaitu alamat yang ditulis pada kertas surat

2. Bagian-Bagian Isi Surat
a. Alenia Pembuka
Alenia pembuka merupakan pengantar bagi para pembaca untuk mengetahui masalah surat. Setelah membaca pembuka surat, pembaca tidak lagi bertanya-tanya atau merasa heran terhadap surat yang diterimanya. Oleh karena itu bunyi pembuka surat berpengaruh besar terhadap keberhasilan surat secara keseluruhan.
b. Alenia Transisi
Alenia transisi yaitu seluruh alenia yang terdapat antara alenia pembuka dan alenia penutup. Alenia transisi dalam isi surat dapat dibangun dengan beberapa cara, yaitu dengan cara repetisi, bantuan frasa transisi, dan bantuan partikel (terutama kata sambung)
c. Alenia Penutup
Alenia Penutup berfungsi untuk menandakan uraian masalah pokok surat. Alenia ini tidak berisi keterangan atau rincian, tetapi lebih merupakan kesimpulan.
Alenia penutup harus singkat dan tegas serta tidak berisi basa-basi yang berlebihan.Alenia ini harus selaras dengan misi surat. Berikut contohnya:
- Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
- Atas bantuan dan perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar