Follow by Email

Minggu, 19 Desember 2010

Makalah Palestina dan Indonesia

HUBUNGAN DIPLOMATIK INTERNASIONAL NEGARA INDONESIA DAN PALESTINA
A. Latar Belakang
Sebagaimana kita ketahui hubungan diplomatik sangatlah mempengaruhi suatu Negara itu mencapai puncak berkembangnya, dengan demikian Negara yang telah terbentuk sedemikian rupa harus melalui beberapa tahap di dalam menjalankan kepemerintahan dengan bagus dan benar, negara-negara di dunia dalam satu sistem internasional, dimana satu negara membutuhkan keunggulan negara lain yang diimplementasikan dalam bentuk kerjasama. Hilangnya batas-batas nasional memudahkan pergerakan ekonomi berjalan leluasa seperti jasa, barang, modal, dan manusia yang idealnya nantinya akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dunia dengan kata lain memperbaiki kesejahteraan masyarakat dunia. Selain menjadi indikasi pertumbuhan isu ekonomi juga menimbulkan permasalahan sosial (ketimpangan), keamanan (penyelundupan), lingkungan (polusi dan limbah), HAM (pengabaian hak buruh) dan lainnya..
Maka dari situlah Negara – nagara yang  telah terbentuk hingga saat ini harus menjalinkan kerjasama dalam kepemerintahan baik itu dengan cara hubungan diplomatik, bilateral maupun dengan kinerja individual. Sehingga Negara yang terpimpin dengan cara tersebut tidak akan mengalami kecendurungan kehancuran bagi Negara itu sendiri, Kemudian untuk mewujudkannya diperlukan kondisi ekonomi, dan stabiltas politik yang kuat di dalam negeri terlebih dahulu dalam menciptakan internal power yang nantinya diperlukan dalam posisi tawar dalam hubungannya dengan negara lain dalam mencapai kepentingan nasional. Kemampuan diplomasi dan meracik kebijakan luar negeri akan menentukan peran serta Indonesia dalam menyelesaikan masalah-masalah internasional. 
Diplomatik menurut Harold Nicholson adalah Kebijaksanaan politik luar negeri melalui negosiasi dan mekanisme sebagai jalan keluar dalam menyelesaikan perselisihan atau konflik atau masalah luar negeri, maka Semakin kuat suatu negara dalam arti tingkat kemajuan dan kemakmuran, maka negara itu makin dipercaya, dihargai dan perhitungkan dalam peraturan internasional yang otomatis mendukung suatu upaya diplomasi yang benar dan baik.

B.     Hubungan Diplomatik Indonesia Dan Palestina
Negara Indonesia dan Palestina memiliki hubungan yang sangat erat di dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, Ketika kemerdekaan bangsa Indonesia diproklamirkan oleh Sukarno & Hatta, pada tanggal 17 Agustus 1945, tidak ada satu Negara-pun yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada saat itu, hari berganti pekan, pekan berganti bulan, bulan berganti tahun belum ada juga Negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia, walaupun sudah dikirim delegasi ke Eropa Timur dan Timur Tengah untuk melakukan lobi agar kemerdekaan Indonesia dapat diakui oleh masyarakat dunia, barulah setelah Jama'ah Ikhwanul Muslimin di Mesir yang dipimpin Imam Hasan Al Banna dan Mufti Palestina, Syaikh Muhammad Amin Al Husaini membantu pemimpin Indonesia melobi pemimpin-pemimpin Arab, sehingga pada 22 Maret 1946 Kerajaan Mesir mengakui defacto Republik Indonesia dan ini merupakan pengakuan pertama dari Negara sahabat terhadap kemerdekaan Indonesia.
Bahkan Mufti Palestina, Syaikh Muhammad Amin Al Husaini mensedekahkan uangnya dan juga membantu menggalang dana kepada rakyat Palestina untuk membantu perjuangan kemerdekaan RI selama masa Penjajahan Belanda meskipun mereka didera penjajahan oleh Israel. Pada tanggal 18 Nopember 1946 Dewan Menteri Luar Negeri Liga Arab memutuskan supaya Negara-negara anggotanya mengakui kemerdekaan Indonesia dan kedaulatannya defacto dan dejure.
Dan Pada tanggal 3 Sya'ban 1366, bertepatan 2 Juli 1947 telah ditandatangani perjanjian persahabatan, Hubungan Diplomatik dan Konsuler antara RI dan Republik Suriah.
Kemudian Pada tanggal 8 Muharram 1367, bertepatan dengan 21 Nopember 1947 Kerajaan Arab Saudi telah mengakui kemerdekaan dan Kedaulatan Republik Indonesia dan juga menyetujui mengadakan hubungan diplomatik antara kedua Negara.
Adapun Hubungan Negara Indonesia yang lainnya dengan Palestina di antaranya membantu atau menyumbangkan sedikit banyaknya dari segi fisik maupun material dalam mengatasi peperangan dengan Israel, dan Indonesia pernah mengirimkan Relawan yang ikut dalam misi kemanusiaan ke Jalur Gaza, ‘Freedom Flotilla to Gaza,’ mendapat kewarganegaraan khusus dari Presiden Mahmoud Abbas, "dan adapun komentar dari organisasi Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA) , bahwa darah Indonesia kini bercampur dengan darah Palestina. Duta Besar Palestina untuk Indonesia.
Adapun 5 Relawan yang berasal dari organisasi Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), dan ada beberapa yang lain di antaranya mendapatkan pertemuan Audiensi dengan Presiden Susilo Bambang Yodhoyono, Dalam pertemuan ini, Presiden Indonseia bapak Susilo Bambang Yudhoyono mengucapkan rasa syukur dan apresiasi atas perjuangan dan ketabahan mereka selama dalam tahanan. Presiden juga menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Palestina dan Yordania, yang telah membantu kepulangan relawan Indonesia.
Usai pertemuan, satu relawan kepada media mengatakan, pemerintah Indonesia harus memperkuat diplomasi internasional untuk menyelamatkan situs bersejarah Masjid Al-Aqsha, dan tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
“Relawan menyerukan kepada Bapak Presiden Indonesia untuk menggunakan posisi diplomasi pada tingkat internasional, agar menjadikan Masjid Al-Aqsha sebagai situs kebudayaan dan bersejarah dunia," imbau Relawan. "Dengan demikian zionis Israel tidak akan menghancurkan Masjid Al-Aqsha dan tidak akan menggantikannya dengan sinagoga Yahudi. Kami menyerukan Bapak Presiden untuk tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Contoh kasus Turki, yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel warga negaranya juga dibunuh oleh Israel. Jadi, sikap kita juga tegas sesuai amanah konstitusi.”
Kepada VOA, Seorang relawan Ferry Nur mengatakan ia tidak akan kapok untuk kembali ke Gaza. “Tidak kapok, ini adalah bagian dari perjuangan dan ini misi kemanusiaan dan misi yang mulia. Saya melihat orang dari berbagai negara dan latar belakang, bahkan ada yang bertato juga punya kepedulian.”
Pemerintah Palestina optimis dengan berbagai pertemuan dan dukungan internasional yang kuat, termasuk sidang darurat OKI, di Jeddah Arab Saudi, seorang Relawan Fariz Mehdawi mengatakan, serangan ke kapal Mavi Marmara justru memojokkan Israel sendiri. Negara-negara Arab juga kini bersuara sama untuk upaya pembebasan Palestina.

C.     Tujuan Indonesia Menjalin Hubungan Diplomatik dengan Palestina
Seperti yang telah kita ketahui Negara Palestina adalah sebuah Negara yang telah lama terjajah dari sebelum Republik Indonesia merdeka hingga mendapatkan title kemerdekaan dari berbagai pihak dan salah satunya dari Negara Palestina itu sendiri, maka dari situlah Negara Indonesia adanya rasa terpanggil jiwa dan raganya untuk membantu memulihkan Negara Palestina dari penjajahan Israel Laknatillahi A’laih,
Kemudian Indonesia adalah salah satu Negara yang Mayoritas Muslim terbanyak di belahan dunia ini, maka sepetutnya Indonesia memilki hak menjalin hubungan diplomatik terkhusus dengan palestina, akan tetapi Tujuan yang dapat dilakukan oleh Indonesia, yaitu
Dengan adanya gerakan moral. Indonesia telah banyak melakukan gerakan moral. Di banyak tempat orang berdo’a massal bagi Palestina. Hampir di seluruh daerah Indonesia terjadi demonstrasi dalam berbagai rupa. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa menunjukkan amarah mereka kepada bangsa Israel. Bahkan ada di antara demonstran yang berteriak-teriak menyatakan kesiapan mereka dikirim ke Jalur Gaza untuk berjihad melawan tentara Israel.
Namun persoalannya, Kepada organisasi PBB yang menaungi hampir seluruh negara dimuka bumi ini saja Israel tidak menunjukkan “sungkan” apalagi terhadap demo-demo kecil dan sporadis di Indonesia. Begitu juga demonstrasi-demonstrasi besar dan militan di negara-negara lain. Demikian juga dengan tuntutan beberapa kelompok masyarakat Indonesia untuk berjihad ke Palestina.
Walupun demikian rakyat Indonesia yang Peduli terhadap Palestina tidak akan henti – hentinya untuk melakukan dengan cara apapun dalam memulihkan Negara Palestina dari penjajahan Israel, makanya Tujuan Negara Republik Indonesia malakukan Hubungan Diplomatik dengan Palestina  yaitu untuk tercapai cita – cita yang di impikan oleh Negara Palestina dan dengan cara itulah neraga Republik Indonesia dapat membalas jasanya terhadap Palestina yang mana Negara Palestina dulunya dengan susah payahnya mau mengakui kepada seluruh Negara yang bahwasanya Republik Indonesia adalah salah satu Negara yang berdaulat dan mempunyai hak dalam kemerdekaan nya.     
Dan Negara Indonesia pun dalam membangun hubungan diplomatiknya ada juga beberapa tujuan yang lainnya di antaranya menyumbang beberapa fasilitas kesehatan, obat – obatan, makanan pokok, dan lain sebagainya dalam rangka mewudjakan Negara Palestina sebagai Negara yang berdaulat dan berhak mencapai kemerdekaan yang hakiki.

D.     Kesimpulan dan saran

Berdasarkan hasil pembahasan di atas, dapat disimpulkan beberapa kesimpulan sebagai berikut,

1.      Negara Republik Indonesia dan Palestina memiliki hungan pribadi yang sangat erat dan dapat di katakan sebagai Negara kakak beradik.
2.      Indonesia dalam menjalinkan hubungan Diplomatik dengan negara Palestina yaitu hanyalah mengiginkan Palestina itu terlepas dari Negara penjajahan Israel.
3.      dan Indonesia pun ada kemauan untuk mewujudkan rasa balas jasanya terhadap Palestina dalam mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia di hadapan Negara – Negara dunia yang lainnya.

Dan Adapun Saran kami di dalam penulisan Paper ini adalah :

1.      kita sebagai bangsa Indonesia patutlah berhutang budi terhadap Negara Palestina dalam mewudjudkan kemerdekaan Republik Indonesia.
2.      Kita haruslah membangun hubungan Diplomatik dengan palestina dengan cara yang seserius mungkin untuk mencapai tujuan yang impikan.
3.      Dan yang paling kita tegakkan gerakan Moral kita dalam mewujudkan kemerdekaan Palestina dari penjajahan Negara Israel mulai dari dulu hingga akhir zaman apabila Palestina belum merdeka maka kita bangsa Indonesia tetap optimis untuk memperjuangankan wilyah agama Allah.

Wallahu a’lam bissawab ( hanya Allah lah yang mengetahui semua yang terjadi ). 

By : Yusrijal Abdar
       FKIP PPKN, Usyiah Banda Aceh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar